• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Biological Nutrient Removal Dari Ipal Domestik Menggunakan Proses Modified University Of Cape Town (Muct) Melalui Pendekatan Model Simulasi Menggunakan Software Stoat

    Thumbnail
    View/Open
    18513128.pdf (4.591Mb)
    Date
    2022-05-31
    Author
    DHITA KHAIRU ANNISA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Di Indonesia sendiri, penyisihan nutrien pada IPAL masih sangat jarang dilakukan, padahal air limbah domestik dapat mengandung nutrien yang berpotensi untuk meningkatkan eutrofikasi di badan air yang terjadi dikarenakan tingginya konsentrasi dari nitrogen dan fosfor di perairan. Apabila konsentrasi nitrogen dan forfor berlebih di dalam air limbah, maka akan menyebabkan terjadinya algae bloom ketika dibuang ke badan air sehingga menyebabkan pergeseran keseimbangan ekosistem. Pada penelitian ini digunakan teknologi Lumpur Aktif Konvensional dan Modified University of Cape Town (MUCT) untuk melihat performa terbaik dari penyisihan nitrogen dan fosfor dalam air limbah. MUCT merupakan teknologi pengolahan air limbah untuk penghilangan nitrogen dan fosfor, yang terdiri dari 4 proses tahapan yaitu bak anaerobik, bak anoksik 1 dan 2, dan bak aerobik (oksik) serta terdapat 2 kali resirkulasi yaitu IMLR nitrat dan IMLR anaerobik. Penelitian ini dilakukan perhitungan manual untuk setiap teknologi, kemudian dilakukan simulasi pemodelan menggunakan software STOAT version 5.0. Hasil performa perencanaan IPAL terhadap penyisihan TN dan TP akan dibandingkan dan dilakukan analisis SWOT. Dari simulasi yang dilakukan, diketahui persentase penyisihan parameter TN dan TP untuk unit Lumpur Aktif Konvensional sebesar 25% dan 2,02% sedangkan untuk unit MUCT sebesar 81% dan 68%. Berdasakan analisis SWOT, perencanaan IPAL dengan menggunakan unit MUCT lebih baik dibandingkan unit Lumpur Aktif Konvensional.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/38970
    Collections
    • Environmental Engineering [1832]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV