• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • New Submissions
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • New Submissions
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Dukun Kayu Jalur (Pembuatan Film Dokumenter Tentang Dukun Kayu Jalur Di Kuantan Singingi)

    Thumbnail
    View/Open
    16321094.pdf (1.418Mb)
    Date
    2022-01-20
    Author
    JOGI SYAMANTHA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pacu Jalur merupakan adat budaya tahunan yang diadakan di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Dalam bahasa penduduk Riau, “jalur” berarti “perahu”. Sehingga, “Pacu Jalur” merupakan perlombaan mendayung perahu yang terbuat kayu gelondongan dengan jenis kayu yang tahan air dan tidak mudah pecah. Menurut kepercayaan warga setempat, kemenangan dalam Festival Pacu Jalur tidak hanya sekadar soal kekompakan para pendayung, melainkan juga dipengaruhi oleh kualitas kayu yang dipilih oleh dukun kayu. Ide ini berasal dari keingintahuan dokumentaris tentang proses pembuatan “jalur” yang digunakan untuk perlombaan Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi. Selain itu, pemilihan ide tentang proses pembuatan “jalur” juga untuk memperkenalkan budaya Pacu Jalur kepada masyarakat luas. Secara lebih jauh, yang tak kalah unik dari proses pembuatan “jalur”, yakni: karena prosesnya melibatkan Dukun Kayu. Hal tersebut membuat dokumentaris ingin menggali lebih dalam mengenai peran Dukun Kayu sebagai orang yang memilih pohon untuk ditebang dan dijadikan “jalur” untuk berlomba. Tradisi budaya yang sudah berlangsung sejak zaman penjajahan Belanda ini menjadi sebuah hal yang harus dilestarikan. Kegiatan lomba pacu jalur ini tidak hanya ajang lomba tetapi juga menjadi ajang silaturahmi, ajang gotong royong, memperkuat ikatan masyarakat untuk saling membantu satu sama lain mulai dari pembuatan jalur hingga lomba berlangsung. Kegitan pacu jalur melibatkan banyak pihak mulai dari pemerintah hingga warga dan menjadi kunci adanya dukun jalur. Film ini menggunakan pendekatan reflexive yang membuat penonton sadar akan film ini dibuat dengan unsur-unsur teknis film yang dapat di konstruksi kembali. Film ini juga berdurasi 17 menit 20 detik.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/38944
    Collections
    • New Submissions [149]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV