• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Akad Sewa Lelang Tahunan Kebun Kelapa Sawit Milik Desa Pauhranap Perspektif Hukum Islam

    Thumbnail
    View/Open
    18421101.pdf (3.932Mb)
    Date
    2022-05-24
    Author
    OKTA VIONA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sewa menyewa termasuk salah satu bentuk perniagaan yang dilakukan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup dan diperbolehkan dalam Islam. Kepemilikan objek sewa tetap pada pihak penyewa, sebab sewa menyewa merupakan transaksi berupa manfaat dari suatu harta benda. Melalui musyawarah agar terhindar dari kecurangan dan penyelewengan, kebun kelapa sawit milik desa Pauhranap disewakan secara langsung kepada masyarakat melalui proses lelang. Banyak masyarakat yang berminat untuk melakukan sewa, bahkan berani menawar dengan harga yang tinggi. Sehingga perlu dilakukan penelitian mulai dari peraturan sewa lelang, proses lelang, manfaat yang diperoleh hingga sewa berakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik yang diterapkan dalam sewa lelang tahunan kebun kelapa sawit milik desa Pauhranap dan mengetahui akad sewa lelang tahunan kebun kelapa sawit milik desa Pauhranap dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau field research, dengan pendekatan yang bersifat kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dapat disimpulkan bahwa, lelang dilakukan melalui proses berjenjang naik dan sewa dilakukan secara bersama. Praktik sewa lelang tahunan kebun kelapa sawit milik desa Pauhranap termasuk kedalam akad yang shahih karena telah memenuhi rukun dan syarat sewa (ijārah) dan lelang (bay’ muzayadah). Manfaat sewa lelang jelas dan berdasarkan pendapat Ibnu Qayyim bahwa tetapnya pokok barang yang berasal dari munculnya sedikit demi sedikit suatu barang maka dihukumi sebagai manfaat, sebagaimana pohon kelapa sawit yang menghasilkan buah dihukumi sebagai manfaat dalam praktik sewa lelang kebun kelapa sawit milik desa Pauhranap.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/38922
    Collections
    • Islamic Law [924]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV