• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tradisi Hajat Gantangan Di Desa Dawuan Kidul Kampung Cibeunying Kabupaten Subang Perspektif Maqashid Syariah

    Thumbnail
    View/Open
    18421031.pdf (4.271Mb)
    Date
    2022-06-02
    Author
    SITI GIANNI RISPIANISA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Proses pertukaran beras dan uang dalam tradisi gantangan identik saat hajatan atau selamatan dengan adanya sistem pencatatan. Biasanya, pemberian sumbangan pada hajatan tidak ditentukan nominalnya, hal ini justru sebaliknya adanya nominal dan barang yang harus dikeluarkan sesuai dengan catatan masing-masing pihak. Pada konsep Maqāṣid Asy-syarī’ah menegaskan bahwa Islam hadir untuk mewujudkan dan memelihara mashlahat umat manusia dengan prinsip menarik manfaat dan menolak mudhorot. Dalam penelitian ini diangkat dua rumusan masalah yakni terkait sistem pelaksanaan tradisi hajat gantangan dan tinjauan Maqashid Syariah terhadap pelaksanaan tradisi hajat gantangan di Desa Dawuan Kidul, Kampung Cibeunying, Kabupaten Subang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pelaksanaan tradisi hajat gantangan dan untuk memahami tinjauan Maqashid Syariah terhadap tradisi gantangan. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi lapangan. Hasil dari penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, sistem pelaksanaan tradisi gantangan terbagi menjadi tiga point yakni: 1) Adanya proses pertukaran beras dan uang yang dilaksanakan saat hajatan baik itu pernikahan, sunatan, syukuran bahkan kematian, menjadi suatu keharusan dikembalikan dengan jumlah dan barang yang sama. 2) Kegiatan nyumbang pada tradisi gantangan identik dengan adanya sistem pencatatan yang dilakukan oleh juru tulis dan pemilik hajat sebagai sumber informasi penyimpanan gantangan. 3) Hasil/sisa dari pengumpulan gantangan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan bisa digunakan untuk modal usaha. Kedua, tradisi gantangan dalam penerapan konsep Maqāṣid Asysyarī’ah merupakan salah satu konsep yang relevan, dimana tradisi gantangan termasuk kategori Maqāṣid Al-ḥājiyāt yang menjaga Maqāṣid Aḍ-ḍarauriyāt-nya dalam pelaksanaan Tradisi Gantangan sebagai wujud ḥifẓu Al-māl yang diperintahkan Allah dalam menjaga harta.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/38918
    Collections
    • Islamic Law [924]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV