• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Sentra Kerajinan Bambu Di Sendari, Tirtoadi, Mlati, Sleman Dengan Pendekatan Arsitektur Organik

    Thumbnail
    View/Open
    17512173.pdf (15.06Mb)
    Date
    2022-02-12
    Author
    MARISA FADHILLA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Provinsi Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman memliki potensi yang besar dalam hal industri bambu, banyak wilayah yang didapuk menjadi tempat budidaya bambu seperti pada gambar 1 Untuk itu Kabupaten Sleman memiliki hutan bambu yang luas dengan hasil bambu berkisar 800.000-850.000 batang per tahun nya. Kerajinan bambu banyak terdapat di daerah Kabupaten Sleman.Sejak tahun 2013 Bambu sudah menjadi komoditas utama hasil hutan non kayu di Sleman ditetapkan melalui melalui SK Bupati Sleman No. 306/Kep.KDH/A/2013. dalam Roadmap Sistem Inovasi Daerah Kabupaten Sleman 2019-2024 Pemda Sleman berencana mengembangkan klaster sentra kerajinan dengan berbasis kondisi eksisting saat ini serta berlandaskan kemajuan inovasi dan kemitraan stakholders seperti Bambu Sembada (Sleman Brajan Sendari). Desa Wisata Sendari terkenal dengan kerajinan bambunya, kerajinan bambu yang dijual memiliki kualitas yang bagus, bahkan hingga di ekspor ke luar negeri. Dari potensi yang ada sayangnya showroom untuk berjualan para pengrajin bisa dikatakan belum memadai sehingga pengunjung yang datang merasa kurang nyaman ketika berbelanja. Bersebelahan dengan Embung Senja, salah satu objek wisata baru berupa wisata air dan taman terbuka seharusnya dapat memberikan keuntungan bagi Sentra Kerajinan Sendari. Namun sayang, setelah wabah covid-19 mulai menyerang wisata Embung Senja ini bagai tak terurus, dekorasi taman yang sudah rusak masih bergelantungan memberikan kesan terbengkalai pada objek wisata ini. Maka dari itu perancangan bangunan sentra kerajinan bambu diperlukan untuk mencegah matinya usaha kerajinan bambu yang sekarang sudah ada, selain itu pembenahan fasilitas juga dibutuhkan untuk menunjang aktivitas yang ada. Dengan adanya gedung terpusat untuk mewadahi seluruh pengrajin yang ada tanpa ada ketimpangan satu sama lain.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/38722
    Collections
    • Architecture [3988]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV