Perancangan Sentra Kerajinan Bambu Di Sendari, Tirtoadi, Mlati, Sleman Dengan Pendekatan Arsitektur Organik
Abstract
Provinsi Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman memliki potensi yang besar dalam hal
industri bambu, banyak wilayah yang didapuk menjadi tempat budidaya bambu seperti pada
gambar 1 Untuk itu Kabupaten Sleman memiliki hutan bambu yang luas dengan hasil bambu
berkisar 800.000-850.000 batang per tahun nya. Kerajinan bambu banyak terdapat di daerah
Kabupaten Sleman.Sejak tahun 2013 Bambu sudah menjadi komoditas utama hasil hutan non
kayu di Sleman ditetapkan melalui melalui SK Bupati Sleman No. 306/Kep.KDH/A/2013. dalam
Roadmap Sistem Inovasi Daerah Kabupaten Sleman 2019-2024 Pemda Sleman berencana
mengembangkan klaster sentra kerajinan dengan berbasis kondisi eksisting saat ini serta
berlandaskan kemajuan inovasi dan kemitraan stakholders seperti Bambu Sembada (Sleman
Brajan Sendari). Desa Wisata Sendari terkenal dengan kerajinan bambunya, kerajinan bambu
yang dijual memiliki kualitas yang bagus, bahkan hingga di ekspor ke luar negeri. Dari potensi
yang ada sayangnya showroom untuk berjualan para pengrajin bisa dikatakan belum memadai
sehingga pengunjung yang datang merasa kurang nyaman ketika berbelanja. Bersebelahan
dengan Embung Senja, salah satu objek wisata baru berupa wisata air dan taman terbuka
seharusnya dapat memberikan keuntungan bagi Sentra Kerajinan Sendari. Namun sayang,
setelah wabah covid-19 mulai menyerang wisata Embung Senja ini bagai tak terurus, dekorasi
taman yang sudah rusak masih bergelantungan memberikan kesan terbengkalai pada objek
wisata ini. Maka dari itu perancangan bangunan sentra kerajinan bambu diperlukan untuk
mencegah matinya usaha kerajinan bambu yang sekarang sudah ada, selain itu pembenahan
fasilitas juga dibutuhkan untuk menunjang aktivitas yang ada. Dengan adanya gedung
terpusat untuk mewadahi seluruh pengrajin yang ada tanpa ada ketimpangan satu sama lain.
Collections
- Architecture [3988]
