• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implementasi Akad Istiṣnā’ Paralel Dalam Pembiayaan Kredit Kepemilikan Rumah Syariah Pada Bank Tabungan Negara Syari’ah Kota Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    17421064.pdf (3.658Mb)
    Date
    2022-02-03
    Author
    MUCH DIKI MUALIMIN
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perbankan merupakaan lembaga yang bergerak dalam bidang intermediasi dan pengelolaan keuangan sebagaimana yang termuat dalam Pasal 1 UndangUndang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Salah satu lembaga perbankan tersebut diantaranya Bank BTN Syari’ah Kota Yogyakarta yang memiliki produk pembiayaan kredit kepemilikan rumah dengan menggunakan akad istiṣnā’. Namun bank akan mencari sub-kontraktor untuk membuat pesanan nasabah sehingga terjadi akad istiṣnā’ paralel. Dikarenakan bank adalah lembaga pembiayaan dan tidak melakukan jualbeli secara langsung dengan nasabah maka dalam aplikasi akad tersebut mengalami perubahan pada penerapannya, sehingga berakibat pada hukum akad istiṣnā’ paralel yang dilakukan bank. Dari permasalahan tersebut maka peneliti mempelajari bagaimana prosedur akad istiṣnā’ paralel pada produk KPR Bank BTN Syari’ah Kota Yogyakarta dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap akad istiṣnā’ paralel tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yaitu dengan mengumpulkan data dari lapangan dengan metode wawancara kepada narasumber yang bersangkutan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa prosedur dalam menjalankan akad istiṣnā’ paralel yaitu ketika nasabah disetujui diberikan pembiayaan dan telah menentukan kriteria rumah yang dipesan, kemudian bank akan memberi perwakilan kepada nasabah untuk memilih rumahnya sendiri. Setelah rumah dibangun, serah terima langsung dapat diberikan kepada nasabah tanpa melalui bank terlebih dahulu. Sehingga terjadi penggabungan dua unsur akad yang seharusnya terpisah. Dan pembiayaan tersebut hakikatnya menjadi pinjaman yang mendatangkan keuntungan. Selain itu adanya regulasi peraturan undang-undang Pasal 1 Ayat 25 UU Nomor 21 Tahun 2008 bahwa bank sebagai lembaga pembiayaan yang hanya menyediakan dana, sehingga menjadi kendala bank untuk melakukan jual beli secara riil.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/38663
    Collections
    • Islamic Law [923]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV