• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Studi Kritis Penyelenggaraan Ibadah Haji Bagi Masyarakat Muslim Indonesia Dalam Perspektif Maqāṣid Asy-Syarī’ah

    Thumbnail
    View/Open
    16923004.pdf (3.735Mb)
    Date
    2021-12-20
    Author
    MUHAMMAD HOSNAN JAINI SANUSI
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Disertasi yang berjudul “Studi Kritis Penyelenggaraan Ibadah Haji Bagi Masyarakat Muslim Indonesia dalam Perspektif Maqāṣid asy-Syarī’ah” ini bertujuan: (1) untuk mengetahui kondisi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia jika ditinjau dari Maqāṣid asy-Syarī’ah; dan (2) untuk menemukan dan menganalisa tujuan (maqāṣid) di balik pengklasifikasiannya menjadi haji reguler, haji khusus dan haji mujamalah. Penelitian ini kualitatif dan termasuk jenis penelitian kepustakaan (maktabiyah), dilengkapi dengan penelitian lapangan (midaniyah) secukupnya sebagai pendukung. dengan obyek penelitian berupa dokumen penting, peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Tipologi penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Sebagai kerangka berfikir, digunakan teori Maqāṣid asy-Syarī’ah Jasser Auda dan teori Maqāṣid lain yang menjadi rujukannya. Selain itu, digunakan pula teori Politik Hukum sebagai teori pendukungnya. Hasil penelitian menyimpulkan, bahwa: Pertama, penyelenggaraan ibadah haji Indonesia termasuk bagian dari maqāṣid asy-syarī’ah, karena: a) keberadaan regulasi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia besifat ḍarûriyyāt dibutuhkan oleh masyarakat muslim Indonesia sebagai pijakan dalam melaksanakan ibdah haji; b) penyelenggaraan ibadah haji Indonesia memelihara lima tujuan pokok syari’at (al-Maqāṣid al-Khamsah) yakni memelihara agama (hifz ad-dīn), jiwa (hifẓ an-nafs), keturunan (hifẓ annasab), akal (hifẓ al-‘aql), dan harta (hifẓ al-māl), sejak keberangkatan sampai kepulangan,; c) sistem penyelenggaraan ibadah haji Indonesia mencakup enam fitur sistem hukum Islam yang disampaikan Jasser Auda, yaitu: kognisi, menyeluruh, terbuka, hierarki saling keterkaitan, multidimensionalitas dan kebermaksudan. Kedua, pengklasifikasian penyelenggaraan ibadah haji menjadi haji reguler, haji khusus dan haji mujamalah merupakan manifestasi dari keadilan dan kebijakan pemerintah dalam menyelenggarakan ibadah haji. Dengan demikian, klasifikasi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia bertujuan untuk: a) sebagai sarana (li al-wasāil) b) kemaslahatan (li almaṣlaḥah), c) keadilan (li al-‘adālah), dan d) kemudahan (li at-taisīr). Kata
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/38073
    Collections
    • Doctor of Islamic Law [51]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV