Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Pekerjaan Galian Dan Timbunan Proyek Konstruksi Jalan (Implementation Of Management System Of Occupational Health And Safety On Cut And Fill Job Road Construction Project)
Abstract
Dalam setiap pekerjaan, faktor keselamatan kerja merupakan hal yang sangat penting.
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) diperlukan guna mengendalikan
risiko yang terkait dengan aktivitas kerja sehingga pekerjaan dapat dikategorikan aman atau tidak.
Dengan melakukan analisis sistem K3, dapat menguraikan tingkat risiko K3 dan pengendalian
risiko terkait aktivitas kerja. Pada penelitian ini dilakukan analisis risiko pada Proyek
Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.1 Solo - Klaten (Sta
0+000 s.d Sta 22+300) yang bertujuan untuk mengetahui identifikasi bahaya, tingkat risiko dan
pengendalian risiko yang harus dilakuan berdasarkan metode Hazard Identification Risk
Assesment & Determining Control (HIRADC).
Identifikasi bahaya dilakukan berdasarkan hasil observasi di lapangan dan wawancara
dengan ahli, melakukan penilaian tingkat risiko menggunakan HIRADC, kemudian menentukan
pengendalian yang harus diterapkan berdasarkan peraturan yang berlaku untuk meminimalisir
risiko bahaya.
Hasil penelitian didapatkan dari 4 jenis pekerjaan dan total 17 bahaya, terdapat penurunan
tingkat risiko setelah dilakukan pengendalian pada tingkat risiko ekstrim (E) sebanyak 4 bahaya
(23,53%) menjadi 0 (0%), tingkat risiko tinggi (T) sebanyak 10 bahaya (58,82%) menjadi 4
(23,53%), tingkat risiko moderat (M) sebanyak 3 bahaya (17,65%) menjadi 4 (23,53%), dan
tingkat risiko rendah (R) sebanyak 0 bahaya (0%) menjadi 9 (52,94%). pengendalian risiko yang
dilakukan sesuai dengan hierarki K3 yaitu dengan cara eliminasi, substitusi, kontrol teknik,
administrasi, dan alat pelindung diri (APD).
Collections
- Civil Engineering [4758]
