• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Identifikasi Bakteri Indigenous Untuk Meningkatkan Degradasi Zat Warna Pada Pengolahan Limbah Tenun Menggunakan Sistem Floating Treatment Wetland (Ftw)

    Thumbnail
    View/Open
    17513108.pdf (3.272Mb)
    Date
    2021-10-15
    Author
    SEPTIARA NUR ISLAMY
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kain tenun adalah salah satu kain tradisional warisan budaya Indonesia sehingga tidak heran banyak sekali ditemukan industry kain tenun. Industry kain tenun tersebut sudah pasti menghasilkan limbah cair yang berasal dari proses produksi terutama pada proses pewarnaan. Zat pewarna yang digunakan oleh para industri ini berasal dari zat pewarna berbahan sintetis yang memiliki senyawa organik sehingga sulit untuk didegradasi dan tidak aman untuk dibuang ke perairan tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri indigenous yang berasal dari tanah yang terkontaminasi limbah cair tenun dan efektivitas bakteri tersebut dalam mendegradasi konsentrasi warna dengan menggunakan sistem Floating Treatment Wetland (FTW). Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi bakteri dari tanah, lalu isolasi bakteri diikuti dengan kutur setelah itu bakteri diuji morfologi dan diidentifikasi. Hasil dari isolasi dan identifikasi bakteri didapatkan 9 koloni bakteri indigenous yakni Sb-1, Sb-2, Sb-3, Sb-4a, Sb-4b Sb-5, Sb-6, Sb-7, dan Sc-1 yang mana terdiri dari 5 bakteri sel bacill dan 4 bakteri sel coccus yang memiliki gram positif dan negative, selain itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Persentase degradasi zat warna limbah tenun tertinggi dengan nilai 65% berasal dari isolate bakteri Sb-5 dan Sb-6 dimana kedua isolate ini memiliki sel bakteri berbentuk basil dan gram positif, sedangakan persentase terendah dengan 52% oleh isolate bakteri Sb-7 yang memiliki sel bakteri coccus dan gram negative.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/37593
    Collections
    • Environmental Engineering [1832]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV