Show simple item record

dc.contributor.advisorMIFTAHUL FAUZIAH, S.T., M.T., Ph.D
dc.contributor.advisorIr. SUBARKAH, M.T.
dc.contributor.authorADYATMA ARIF NUGRAHA
dc.date.accessioned2022-02-16T07:51:27Z
dc.date.available2022-02-16T07:51:27Z
dc.date.issued2021-10-05
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/36199
dc.description.abstractDengan makin meningkatnya volume kendaraan maka kerusakan yang terjadi di pada perkerasan jalan semakin menigkat. Steel slag merupakan salah satu limbah yang tercipta dari produksi peleburan baja, di Indonesia volume Steel Slag yang tercipta akibat dari produksi baja semakin meningkat, sehingga produsen baja kewalahan dalam mendaur ulang produk tersebut, disamping itu, Steel Slag masih dalam kategori limbah berbahaya yang bisa dimanfaatkan, berkaitan dengan hal tersebut maka peneliti melakukan penelitian menggunakan Steel Slag sebagai substitusi agregat kasar dalam campuran AC-WC serta menggunakan aspal polymer Starbit E60 dan Aspal Pen 60/70 sebagai bahan ikat. Dalam penelitian ini terbagi menjadi 4 tahap yaitu pengujian Agregat dan Aspal, kedua menentukan kadar aspal optimum pada campuran substitusi 0%, 25%, 50% dengan bahan ikat aspal pen 6070 dan starbit E60, ketiga melakukan pengujian Marshall, Immersion, Indirect Tensile Strenght, Cantabro dan Perhitungan Stiffness Modulus pada masing-masing persen substitusi Steel Slag. Keempat melakukan analisis, pembahasan dan kesimpulan terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan. Dari hasil pengujian menyatakan bahwa persentase maskimum substitusi Steel Slag sebesar 50% baik pada campuran yang menggunakan Starbit E60 maupun yang menggunakan Pen 60/70 sebagai bahan ikat, dikarenakan substitusi diatas 50% tidak memenuhi persyaratan pada parameter Marshall yaitu VITM, pada campuran ini juga terjadi peneurunan VMA seiiring dengan naiknya substitusi Steel Slag. Penggunaan Steel Slag juga meningkatkan nilai Stabilitas Marshall dan menaikan kekuatan Tarik tidak langsung yang diperoleh dari pengujian ITS, dalam hal ini penggunaan aspal Starbit terbukti lebih baik dalam hal meningkatkan nilai ITS dan Parameter Marshall. Dalam pengujian immersion diketahui bahwa starbit memiliki peran dalam ketahan campuran pada kondisi suhu yang ekstrem, dibandingkan dengan aspal Pen 60/70 sedangkan dalam pengujian Cantabro penggunaan Steel Slag menurunkan nilai Cantabro Loss dikarenakan Steel Slag memiliki Sifat interlocking agregat yang kuat, serta penggunaan Starbit E60 juga terbukti menurunkan nilai Cantabro loss dibandingkan dengan campuran yang menggunakan Aspal Pen 60/70. Nilai Stiffnes Modulus pada campuran juga semakin meningkat seiiring dengan naiknya substitusi Steel Slagen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSteel Slagen_US
dc.subjectStarbit E60en_US
dc.subjectMarshallen_US
dc.subjectImmersionen_US
dc.subjectCantabroen_US
dc.subjectITSen_US
dc.titlePengaruh Steel Slag Sebagai Substitusi Agregat Kasar Dan Aspal Starbit E60 Sebagai Bahan Ikat Pada Perkerasan Campuran Asphalt Concrete-Wearing Coarse (Ac-Wc)en_US
dc.Identifier.NIM19914038


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record