• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implementasi 5s Dan Fmea Pada Area Kerja Divisi Online Sebagai Upaya Peningkatan Efektivitas & Efisiensi (Studi Kasus: Pt. Lintas Bintang Mulia Nusantara (Starcross))

    Thumbnail
    View/Open
    17522250 Salsabila Az-Zahra Herlambang.pdf (3.621Mb)
    Date
    2021-07-05
    Author
    SALSABILA AZ-ZAHRA HERLAMBANG
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    PT. Lintas Bintang Mulia Nusantara atau biasa dikenal dengan Starcross adalah perusahaan retail yang bergerak di bidang fashion khususnya pakaian jadi dan aksesori. Kegiatan utama yang dilakukan di kantor pusat perusahaan salah satunya adalah kegiatan penjualan secara online. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, perusahaan khususnya divisi online memiliki kendala diantaranya penataan barang-barang yang apabila dicermati masih kurang maksimal penataannya. Selain itu, masih kurang maksimalnya pengelolaan konten untuk website. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan prinsip-prinsip 5S pada perusahaan khususnya divisi online, menganalisis penyebab terjadinya risiko kegagalan dari proses yang ada secara mendalam, serta memberikan usulan perbaikan yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memang diperlukan perbaikan dalam penerapan konsep 5S pada divisi online, sehingga diberikan usulan berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk melaksanakan program pengendalian dan tindak lanjut (continuous improvement) penerapan 5S pada Divisi Online Starcross supaya pekerjaan dapat terlaksana secara lebih efektif dan efisien. Kemudian untuk hasil pengolahan FMEA dan perhitungan RPN didapatkan faktor-faktor penyebab terjadinya risiko kegagalan tertinggi diantaranya ‘barang tidak ditata berdasarkan waktu masuk’ dengan total 294, lalu ‘terdapat barang yang tidak diperlukan berada di area kerja’ dengan total 288, dan ‘tidak ada pengelompokkan barang-barang berdasarkan kebutuhannya (digunakan sebulan sekali, seminggu sekali, hampir setiap hari)’ dengan total 270.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/35832
    Collections
    • Industrial Engineering [2936]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV