• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perbaikan Kualitas Produk Furniture Dengan Menggunakan Metode Pendekatan Dmaic Dan Fmea (Studi Kasus Mebel Amanah)

    Thumbnail
    View/Open
    14522251 Asaduddin Nur Aufar.pdf (16.43Mb)
    Date
    2021-01
    Author
    ASADUDDIN NUR AUFAR
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    ABSTRAK Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri mebel adalah "Mebel Amanah". Produk yang dihasilkan oleh Mebel Amanah adalah set meja dan kursi. tempat tidur, dan lemari dengan sistem produksi make to order. Kurangnya kontrol kualitas dari Mebel Amanah menjadi salah satu hal yang menyebabkan kesalahan dalam proses produksi. Kegagalan yang terjadi akan menyebabkan Mebel Amanah mengulang produksi hingga mencapai standar kualitas yang telah ditentukan oleh perusahaan sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk dapat meningkatkan kualitas produk. Metode six sigma dengan tahap DMAIC (define, measure, analyze, improve. control) dilakukan dengan tuj uan untuk mendapatkan analisa yang terjadi dalam proses produksi secara keseluruhan. Terdapat 4 Kriteria cacat, yaitu cacat produk baret, salah pemasangan komponen, produk retak, dan pernis yang salah. Lalu dengan diagram pareto diketahi bahwa cacat pewarnaan memiliki jumlah persentase tertinggi, yaitu 42,6%. Nilai DPMO produk adalah 62500 yang menunjukkan bahwa kekuatan sigma berada pada tingkat 3.03 yang masih berada di barwah standar industri Indonesia dan perusahaan perlu untuk meningkatkan kinerjanya. Kemudian dianalisis menggunakan fishbone diagram untuk mengetahui penyebab permasalahan Setelah dibuat pembobotan dengan metode failure mode effect and analysis (FMEA). Nilai risk priority number (RPN) tertinggi adah potensi kegagalan yang diakihatkan karena kurangnya pencahayaan sehingga perusahaan mengkondisikan sesuai dengan nilai harus intensitas pencahayaan minimum.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/35802
    Collections
    • Industrial Engineering [2859]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV