• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Rekurensi Kejang Demam Pada Bagian Kesehatan Anak RSUD Saras Husada Purworejo Periode 1 Januari 2009 – 31 Desember 2010

    Thumbnail
    View/Open
    Pages from 08711223 Prasojo nugroho.pdf (273.5Kb)
    Date
    2012
    Author
    Prasojo nugroho
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang : Kejang demam merupakan kelainan kejang paling umum yang menyerang anak. Kejang demam terjadi sebanyak 2 – 5% pada anak usia antara 3 bulan sampai 60 bulan. Kejang demam sangat mengkhawatirkan orang tua pasien, akan tetapi tidak akan terjadi kerusakan otak. Angka rekurensi adalah sepertiga sampai seperempat pada anak dengan kejang demam, epilepsi berkembang hanya 2% saja dari seluruh kasus. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kejadian kejang demam dan faktor risiko kejang demam berulang di Bagian Anak RSUD Saras Husada Purworejo. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional retrospektif deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian diambil dari populasi semua penderita kejang demam yang masuk ke dalam kriteria inklusi. Data diambil dengan mengumpulkan data dari rekam medis di RSUD Saras Husada Purworejo. Hasil : Dari 107 pasien kejang demam terdiri dari 40 (37,4%) pasien kejang demam kompleks dan 67 (62,6%) pasien kejang demam sederhana. Kejadian kejang demam itu sendiri banyak menyerang anak laki – laki. Perbandingan antara anak laki – laki dan perempuan pada kejang demam kompleks adalah 26 : 14 (65% : 35%), sedangkan pada kejang demam sederhana perbandingan antara anak laki – laki dan perempuan adalah 48 : 19 (71,6% : 28,4%). Sebagian besar kejang demam terjadi pada usia <17 bulan (58,9%). Dari 107 pasien, 36 (33,6%) pasien mengalami rekurensi kejang demam dan 71 (66,4%) menunjukkan kejadian kejang demam yang pertama. Durasi kejang dari 103 (96,3%) pasien kejang demam adalah kurang dari 15 menit, sedangkan 4 (3,7%) pasien durasi kejangnya lebih dari 15 menit. Suhu rata - rata demam dari kejang demam adalah 38,8°C. Infeksi saluran pernafasan adalah penyebab utama demam dari kejadian kejang demam. Berdasarkan analisis bivariat kami menemukan bahwa usia kurang dari 18 bulan mempunyai hubungan dengan kejadian rekurensi kejang demam (p<0,05). Simpulan : Kejang demam di RSUD Saras Husada Purworejo paling banyak terjadi pada anak laki – laki, usia terbanyak kurang dari sama dengan 18 bulan, kejang demam sederhana lebih banyak daripada kejang demam kompleks, durasi kejang paling banyak kurang dari 15 menit dan suhu rata – rata kejadian kejang demam 38,8°C. Usia yang masih muda berhubungan dengan rekurensi kejang demam. . Kata Kunci : karakteristik, kejang demam sederhan, kejang demam kompleks, rekurensi kejang demam
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/35760
    Collections
    • Medical Education [2955]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV