• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Uji Efektifitas Krim Betametason 0,1% Sebagai Penghambat Histamin Pada Subjek Dengan Hipersensitivitas Terhadap Tungau Debu Rumah

    Thumbnail
    View/Open
    Pages from 08711142 Nabila Sabri Nahdi.pdf (212.9Kb)
    Date
    2012
    Author
    Nabila Sabri Nahdi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    UJI EFEKTIFITAS KRIM BETAMETASON 0,1% SEBAGAI PENGHAMBAT HISTAMIN PADA SUBJEK DENGAN HIPERSENSITIVITAS TERHADAP TUNGAU DEBU RUMAH Latar Belakang : Penyakit alergi merupakan penyakit yang banyak terjadi terutama di kalangan dewasa muda dan anak-anak. Alergen yang paling banyak memicu alergi yaitu alergen tungau debu rumah. Histamin merupakan mediator yang paling berperan dalam proses alergi. Efek histamin tersebut dapat dihambat dengan penggunaan obat antihistamin. Tetapi terdapat obat lain yang memiliki efek yang hampir sama dengan antihistamin yaitu golongan kortikosteroid. Kortikosteroid dapat digunakan untuk pengobatan penyakit alergi terutama pada rhinitis alergika, asma bronkhial dan urtikaria, yang bekerja dengan menghambat reaksi fase cepat dan reaksi fase lambat serta menginduksi vasokonstriksi. Salah satu obat golongan kortikosteroid yaitu betametason. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas betametason topikal sebagai penghambat histamin pada subjek dengan hipersensitivitas terhadap tungau debu rumah. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain paralel. Dalam penelitian ini akan dilakukan tes tusuk kulit menggunakan alergen Tungau Debu Rumah (TDR) setelah diberikan intervensi pada lengan bawah bagian depan selama 30 menit yaitu pemberian krim betametason valerat 0,1% (kelompok eksperimen) dan krim plasebo (kelompok kontrol). Interpretasi hasil berupa pengukuran rerata diameter dan rerata luas urtika pada tusukan yang diberi alergen TDR ditambah krim betametason valerat 0,1% maupun krim plasebo dibandingkan dengan rerata diameter dan luas urtika pada tusukan yang hanya diberi alergen TDR pada masing – masing kelompok. Hasil dan pembahasan : Dari 40 subjek penelitian yang dianalisis, didapatkan hasil yaitu 6 orang yang menunjukkan hasil efektif (>25% pengurangan) dan 34 sisanya tidak efektif, dengan menggunakan pengukuran rerata diameter. Sedangkan dari hasil pengukuran rerata luas artika, didapatkan 15 orang yang menunjukkan hasil efektif (>25% pengurangan) dan 25 sisanya tidak efektif. Berdasarkan tabel chi-square didapatkan hasil yaitu tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian krim betametason dan plasebo terhadap hasil tes tusuk kulit dengan alergi TDR, baik dengan parameter rerata diameter (p=0.556) dan parameter rerata luas urtika (p=0.34). Simpulan : Krim betametason 0,1% tidak efektif sebagai penghambat histamin pada sebagian besar subjek dengan hipersensitivitas tungau debu rumah. Kata kunci : Betametason, Penghambat Histamin, Hipersensitivitas, Tungau Debu Rumah
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/35725
    Collections
    • Medical Education [2955]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV