Analisis Perbandingan Kuat Desak Dan Kuat Tarik Beton Antara Pasir Hitam Merapi Dengan Pasir Merah Dari Sungai Keduang Kabupaten Wonogiri ( Tinjauan Terhadap Agregat Kasar Dengan Menggunakan Batu Pecah Manual)
Abstract
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia sebagian besar menggunakan struktur beton dalam mendirikan bangunan. Banyaknya keanekaragaman sumber daya alam yang dimiliki oleh masing-masing daerah akan menghasilkan mutu beton yang bervariasi. Dengan tingkat kebutuhan ekonomi masyarakat semakin hari semakin tinggi termasuk harga material bangunan. Ini membuat mereka harus berpikir untuk menciptakan alternatife solusinya. Hal ini dialami masyarakat Wonogiri dimana dalam mendirikan bangunan meraka rata-rata menggunakan material pasir dari merapi yang harganya bisa mencapai 4 kali lipat dari material pasir lokal yaitu pasir merah. Hal ini dikarenakan pasir Merapi kualitasnya sudah teruji, berbeda dengan pasir merah yang hanya menggunakan pengalaman dalam penggunaannya tanpa adanya uji kualitas terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat karakteristik dari material yang berasal dari Wonogiri akan pengaruhnya terhadap sifat dan kekuatan beton. Sehingga kedepannya masyarakat Wonogiri akan mengetahui kekuatan dan keawetan bangunan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan sample yang pasirnya berasal dari Merapi dan Wonogiri. Serta mengkombinasikan kedua pasir tersebut dengan variasi campuran BPW 0%, BPW 50%, BPW 75% dan BPW100%. Agregat Kasar yang digunakan yaitu batu pecah manual ukuran 40 mm yang berasal dari Wonogiri. Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan cara pengujian sample benda uji yang berbentuk silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30cm dan metode campuran yang digunakan yaitu DOE (Departement Of Environment). Sample ini akan diuji kuat tekan dan kuat tariknya pada masing-masing umur beton yaitu 3, 7, 14, 21, dan 28 hari, untuk kuat tarik hanya pada umur 28 hari saja. Untuk masing-masing umur beton jumlah sample yang diuji 3 buah. Sebelum kedua pasir tersebut dibuat campuran beton akan diteliti terlebih dahulu yang meliputi pemeriksaan berat jenis dan penyerapan air, kadar lumpur, berat isi gembur, berat isi padat, dan modulus halus butir. Hasil pemeriksaan dari pasir Merapi yaitu, pasir masuk dalam zona 2(dua) “agak kasar”, dan pasir merah masuk dalam zona 1(satu) “kasar”. Kedua pasir tersebut memiliki kadar lumpur dibawah 5% yang berarti pasir tersebut dapat langsung dipakai tanpadicuci. Kuat tekan dari variasi beton BPW 0%, BPW 50%, BPW 75%, dan BPW 100% adalah sebesar 26,81 MPa, 26.00 MPa, 20,76 MPa dan 19,39 MPa. Sedangkan untuk kuat tariknya sebesar 2,53 MPa, 2,37 MPa, 2,28 MPa dan 2,13 Mpa. Dari hasil diatas dapat dilihat kuat tekan dan kuat tarik optimumnya terdapat pada BPW 0% yang mana pasirnya berasal dari Merapi sedangkan yang paling rendah terdapat pada BPW 100% yang merupakan pasir merah. Untuk beton yang mengandung pasir merah kekuatan paling tinggi yaitu BPW 50% sebesar 26,00 MPa, beton tersebut kuat tekannya tidak terlalu jauh dari pasir Merapi sehingga beton tersebut dapat digunakan untuk struktur rumah sederhana. Kata Kunci : Pasir Merapi, Pasir Merah, BPW 0%, BPW 50%, BPW 75% dan BPW 100%.
Collections
- Civil Engineering [4758]
