Show simple item record

dc.contributor.advisorMuhammad Zulfikar Rahmat, B.A.,M.A.,Ph.D
dc.contributor.authorMUHAMMAD ROBI HAMDANI
dc.date.accessioned2021-10-27T03:56:43Z
dc.date.available2021-10-27T03:56:43Z
dc.date.issued2021-08-18
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/33703
dc.description.abstractSecara historis, Qatar dan Arab Saudi memiliki hubungan yang flukuatif sejak kepemimpinan Qatar diganti oleh seorang pangeran muda pada tahun 1995. Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani menggantikan ayahnya sebagai Emir baru dan membawa Qatar dengan pendekatan yang lebih seimbang terhadap aktor negara maupun non negara di Tmur Tengah, Berbeda dengan ayahnya yang lebih pro terhadap Arab Saudi, Pangeran yang baru ini cenderung memiliki keberpihakan terhadap Iran dan Ikhwalnul Muslimin, serta membentuk media Aljazeera sebagai pembaharuan sudut pandang Islam bagi bangsa Aran di kawasan, inilah yang kemudian menjadi menyebab ekalasi hubungan kedua negara yang berujung pada putusan diplomatik oleh Arab Saudi terhadap Qatar pada tahun 2017. Maka,berdasarkan perspektif Realisme, penelitian ini mengidentifikasi Arab Saudi dengan konsep State-Centric, National Interest dan International Structure, bahwasanya dunia yang anarki mendorong Arab Saudi untuk menekan Qataryang memiliki hubungan baik denagn Iran, serta afiliasinya dengan Ikhwanul Muslimin, dalam rangka mempertahankan Hegemoni dengan pengarunya di Timur Tengah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectArab Saudien_US
dc.subjectQataren_US
dc.subjectRealismeen_US
dc.subjectHegemonien_US
dc.subjectAnarkien_US
dc.titleAnalisis Pemutusan Hubungan Diplomatik Oleh Arab Saudi Terhadap Qatar Tahun 2017ditinjau Dari Perspektif Realismeen_US
dc.Identifier.NIM14323004


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record