• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Kepadatan Serabut Kolagen Dalam Proses Penyembuhan Luka Pada Tikus (Rattus novergicus)

    Thumbnail
    View/Open
    Naspub.pdf (4.544Mb)
    Date
    2017
    Author
    Atika Putri Paranadia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang : Luka merupakan hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Proses penyembuhan luka yang cepat sangat dibutuhkan untuk segera memperbaiki struktur jaringan sehingga fungsi dari kulit dan jaringan lunak tersebut dapat normal kembali. Penyembuhan luka dapat diamati secara histologis salah satunya dengan memantau jumlah atau kepadatan serabut kolagen. Tanaman Kelor (Moringa oleifera) mempunyai kasiat terapi dan telah digunakan oleh orang-orang jaman dahulu untuk merawat kulit termasuk dalam penyembuhan luka. Di Indonesia tanaman Kelor belum banyak digunakan untuk pengobatan. Oleh karena itu, perlu diteliti lebih banyak untuk pemanfaatan yang maksimal. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kepadatan serabut kolagen dalam proses penyembuhan luka incisidalampada tikus putih jantan (Rattus novergicus) Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni. Subjek penelitian ini adalah Rattus novergicus yang dibagi menjadi 2 kelompok besar, kelompok A dan kelompok B. Kelompok A dilakukan dekapitasi 5 hari pasca incisi. Kelompok A terbagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol (K1), Kelompok perlakuan dengan dosis 25 mg/hari (P1), Kelompok perlakuan dengan dosis 50 mg/hari (P2), Kelompok perlakuan dengan dosis 100 mg/hari (03). Kelompok B dilakukan dekapitasi 14 hari pasca incisi. Kelompok B terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok kontror (K2) dan Kelompok perlakuan dengan dosis 100 mg/hari (P4). Jaringan kulit kemudian dibuat kedalam blok parafin dengan pewarnaan hematoxilin dan eosin (HE) sebagai pewarnaan utama dan mallory aniline blue sebagai pewarnaan penunjang. Hasil pengamatan dianalisa menggunakan one-way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji post-hoc. Hasil : Terdapat perbedaan signifikan kepadatan serabut kolagen pada kelompok K1 dan P2 dengan p=0.028, K1 dan P3 dengan p=0,003, serta P1 dan P3 dengan p=0,044. Kesimpulan : Pemberian ekstrak etanol Moringa oleifera dosis 50mg/hari dan 100 mg/hari dapat meningkatkan kepadatan serabut kolagen 5 hari pasca incisi pada luka dalam Rattus novergicus. Kata Kunci : Moringa oleifera, kepadatan serabut kolagen, penyembuhan luka
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/33174
    Collections
    • Medical Education [2782]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV