• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Akurasi Pengukuran Arah Kiblat Menggunakan Rumus Segitiga Datar (Studi Kasus di Masjid dan Musola di Lingkungan Sekitar Kampus Terpadu UII)

    Thumbnail
    View/Open
    09421025 Fahmi Fatwa.pdf (11.15Mb)
    Date
    2011
    Author
    Fahmi Fatwa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    AKURASI PENGUKURAN ARAH KIBLAT MENGGUNAKAN RUMUS SEGITIGA DATAR (Studi Kasus di Masjid dan Musola di Lingkungan Sekitar Kampus Terpadu UII) FAHMI FATWA ROSYADI SATRIA HAMDANI Dalam kehidupan bermasyarakat, keyakinan akan menghadap ke arah kiblat menjadi suatu hal yang biasa saja. Kebanyakan dari mereka tidak memperdulikan arah kiblat yang mereka tuju dan masih tetap pada keyakinan mereka bahwa mereka telah menghadap kiblat. Hal ini tidak menjadi masalah dalam melaksanakan ibadah. Akan tetapi menjadi sebuah masalah apabila tidak adanya suatu upaya untuk mengecek ulang arah kiblat yang dituju selama ini, apakah sudah searah dengan Ka’bah ataupun sebaliknya. Dengan adanya berbagai macam alat-alat yang cukup modern dalam pengukuran arah kiblat dan beberapa metode pengukuran arah kiblat yang ada, seharusnya tertanam dalam diri umat Islam khususnya untuk memperhatikan arah kiblat yang ditujunya selama ini. Terdapat banyak cara untuk mengetahui arah kiblat yang benar. Diantaranya dengan melihat bayangan matahari atau yang lebih dikenal dengan rashdul kiblat, menggunakan kompas, theodolit, GPS, ataupun software-software penentu arah kiblat. Keseluruhannya dapat digunakan selama kondisi alam mendukung untuk melakukan pengukuran dengan menggunakan beberapa cara di atas. Metode pengukuran arah kiblat yang diterapkan dalam penelitian ini diantaranya dengan menggunakan rumus segitiga datar dan segitiga bola. Rumus segitiga datar seperti yang terdapat pada kompas kiblat dinilai kurang akurat, karena berselisih beberapa derajat dengan arah kiblat dan tidak dapat ditoleransi. Oleh karena itu, rumus segitiga bola menjadi acuan utama dalam pengukuran arah kiblat karena dinilai cukup akurat perhitungannya. Untuk lebih memastikannya lagi, dipaparkan hasil pencitraan Google Earth agar terlihat dengan jelas arah kiblat dan arah tempat/bangunan menghadap. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti, dapat disimpulkan bahwasannya metode yang digunakan dalam pengukuran arah kiblat di beberapa masjid yang berada di lingkungan sekitar Kampus Terpadu UII sebagian besar menggunakan kompas magnetik, karena dahulu warga sekitar kurang mengerti tentang pengukuran arah kiblat dan hanya beberapa masjid saja yang sudah dicek ulang keakuratan arah kiblatnya dan diberikan sertifikasi keabsahan arah kiblatnya.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/32367
    Collections
    • Islamic Law [924]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV