• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Simpul Bertahan Hidup Jogoyudan+ Perancangan Jalinan Jaringan Pemukiman Kampung Jogoyudan, Yogyakarta sebagai Sistem Responsif dengan Pendekatan Arsitektur Survival

    Thumbnail
    View/Open
    16512013 Prasetyo Adi Nugroho.pdf (40.59Mb)
    Date
    2020
    Author
    Prasetyo Adi Nugroho
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Setiap manusia pasti telah, sedang, atau akan merasakan fase bertahan hidup dalam kehidupannya. Bertahan hidup sendiri tidak hanya dimaknai sebagai pertahanan hidup terhadap kejadian yang memiliki efek besar atau drastis seperti bencana atau peperangan, tetapi juga termasuk kondisi yang kita alami sehari-hari. Perancangan ini berfokus pada arsitektur yang mampu mendukung kampung Jogoyudan, sebuah distrik rentan di bantaran sungai Code, Yogyakarta, untuk bertahan hidup dari kompleksitas permasalahan urban, seperti ancaman banjir besar, kesulitan ekonomi, hingga kualitas hidup pemukim. Pendekatan arsitektur survival pada perancangan ini mencoba untuk mengekstraksi cara dan sifat manusia bertahan hidup saat keadaan terkritis pada kondisi yang memaksa untuk bertahan hidup. Kemudian, menerapkan aspek atau parameter tersebut pada arsitektur sebagai wadah sekaligus alat pertahanan hidup sebuah komunitas. Pertahanan hidup yang coba diusulkan pada kampung Jogoyudan adalah dengan memainkan lapisan kampung. Pemukiman secara utuh sebagai sebuah sistem yang kompak akan dinaikkan ke atas untuk merespon kemungkinan banjir besar yang datang periodikal. Kemudian, sisa puing bekas pemukiman akan diolah menjadi fitur rekreatif kota yang dapat mendatangkan penghasilan untuk kampung. Konsolidasi lahan dilakukan dengan menaikkan kampung secara bertahap dan menumpu pada kolom yang ditanam di sela-sela ruang kampung. Hubungan antar kolom akan menghasilkan grid organis yang siap diisi berdasarkan kemauan dan kemampuan warga. Hasilnya, Simpul Bertahan Hidup+ ini menjadi kampung baru yang berkembang di atas kampung lama dengan mengadaptasi kampung secara keseluruhan, baik fisik, komponen, nilai, dan kebiasaan mereka. Kata Kunci: Bertahan Hidup, Pemukiman, Adaptasi, Konsolidasi, Jogoyudan
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/32269
    Collections
    • Architecture [3988]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV