Analisis Penerapan Rumah Tahan Gempa Dengan Metode Risha Dan Konvensional Di Daerah Rawan Gempa
Abstract
Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) merupakan rumah tahan gempa dengan konsep
knock down, di mana proses pembangunannya tidak membutuhkan semen dan bata, melainkan
dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut, sehingga pembangunan rumah ini dapat
diselesaikan dengan waktu jauh lebih cepat. Pada saat yang sama, penduduk masih mempraktikkan
pembangunan rumah tembokan dengan metode konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui alasan – alasan logis masyarakat daerah rawan gempa di Kabupaten Bantul terkait
penerapan rumah tahan gempa dengan metode konstruksi RISHA maupun Konvensional serta
menemukan strategi-strategi yang dapat diberlakukan pada RISHA agar dapat diterapkan oleh
masyarakat.
Penelitian ini dimulai dengan melakukan investigasi langsung di lokasi beberapa rumah
RISHA di Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Tahap berikutnya adalah mencari
alasan-alasan logis masyarakat dengan cara menyebarkan kuesioner yang berisikan aspek-aspek
kelemahan dan kelebihan metode RISHA maupun Konvensional. Selanjutnya, dilakukan analisis
korelasi antara pengetahuan terhadap gempa dengan penerapan RISHA. Kemudian, dilakukan
analisis SWOT untuk mencari strategi-strategi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,98% responden menyebutkan bahwa RISHA cocok
untuk diaplikasikan di Kabupaten Bantul dan 42,02% lainnya menyebutkan bahwa rumah tahan
gempa (RTG) Konvensional yang lebih cocok. Hal ini didapat berdasarkan penilaian dari beberapa
aspek internal RISHA. Walaupun demikian, hasil wawancara langsung di lokasi menunjukkan fakta
bahwa masyarakat lebih memilih RTG Konvensional karena kebiasaan masyarakat yang sudah turun
temurun. Selain itu didapatkan pula nilai koefisien korelasi (rs) sebesar 0,5254 (korelasi dengan
tingkat sedang) pada hubungan antara variabel x (pengetahuan terhadap gempa) dan variabel y
(penerapan RISHA). Selain itu, hasil uji T menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar daripada harga
ttabel yaitu sebesar 5,9395 > 1,9977 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif
yang sangat signifikan antara kedua variabel tersebut. Berdasarkan hasil EFAS dan IFAS didapatkan
bahwa Skor untuk kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman adalah sebesar 2,107, 0,179, 1,555,
dan 1,100. Setelah didapatkan skor pada masing-masing aspek, pada diagram SWOT didapatkan
bahwa RISHA berada pada kuadran II, sehingga RISHA dapat menggunakan strategi dengan
melemahkan ancaman menggunakan segala kekuatan yang ada.
Collections
- Civil Engineering [4757]
