• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Penerapan Rumah Tahan Gempa Dengan Metode Risha Dan Konvensional Di Daerah Rawan Gempa

    Thumbnail
    View/Open
    16511074 Mutia Ayu Lestari.pdf (2.134Mb)
    Date
    2021-05-06
    Author
    MUTIA AYU LESTARI
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) merupakan rumah tahan gempa dengan konsep knock down, di mana proses pembangunannya tidak membutuhkan semen dan bata, melainkan dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut, sehingga pembangunan rumah ini dapat diselesaikan dengan waktu jauh lebih cepat. Pada saat yang sama, penduduk masih mempraktikkan pembangunan rumah tembokan dengan metode konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan – alasan logis masyarakat daerah rawan gempa di Kabupaten Bantul terkait penerapan rumah tahan gempa dengan metode konstruksi RISHA maupun Konvensional serta menemukan strategi-strategi yang dapat diberlakukan pada RISHA agar dapat diterapkan oleh masyarakat. Penelitian ini dimulai dengan melakukan investigasi langsung di lokasi beberapa rumah RISHA di Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Tahap berikutnya adalah mencari alasan-alasan logis masyarakat dengan cara menyebarkan kuesioner yang berisikan aspek-aspek kelemahan dan kelebihan metode RISHA maupun Konvensional. Selanjutnya, dilakukan analisis korelasi antara pengetahuan terhadap gempa dengan penerapan RISHA. Kemudian, dilakukan analisis SWOT untuk mencari strategi-strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,98% responden menyebutkan bahwa RISHA cocok untuk diaplikasikan di Kabupaten Bantul dan 42,02% lainnya menyebutkan bahwa rumah tahan gempa (RTG) Konvensional yang lebih cocok. Hal ini didapat berdasarkan penilaian dari beberapa aspek internal RISHA. Walaupun demikian, hasil wawancara langsung di lokasi menunjukkan fakta bahwa masyarakat lebih memilih RTG Konvensional karena kebiasaan masyarakat yang sudah turun temurun. Selain itu didapatkan pula nilai koefisien korelasi (rs) sebesar 0,5254 (korelasi dengan tingkat sedang) pada hubungan antara variabel x (pengetahuan terhadap gempa) dan variabel y (penerapan RISHA). Selain itu, hasil uji T menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar daripada harga ttabel yaitu sebesar 5,9395 > 1,9977 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kedua variabel tersebut. Berdasarkan hasil EFAS dan IFAS didapatkan bahwa Skor untuk kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman adalah sebesar 2,107, 0,179, 1,555, dan 1,100. Setelah didapatkan skor pada masing-masing aspek, pada diagram SWOT didapatkan bahwa RISHA berada pada kuadran II, sehingga RISHA dapat menggunakan strategi dengan melemahkan ancaman menggunakan segala kekuatan yang ada.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/31533
    Collections
    • Civil Engineering [4757]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV