• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Adat Perkawinan Kalangkah pada Masyarakat Desa Panyingkiran Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka Prespektif Hukum Islam

    Thumbnail
    View/Open
    16421063 Dwi Nur Fauziyyah Febtiana.pdf (6.843Mb)
    Date
    2020
    Author
    16421063 Dwi Nur Fauziyyah Febtiana
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, dengan beragam suku bangsa dan Bahasa menjadikan Indonesia dikenal sebagai negara majemuk yang menyatukan berbagai macam suku, agama, juga adat istiadat. Adat istiadat adalah perilaku budaya dan aturan-aturan yang diterapkan dalam lingkungan masyarakat seperti hal nya dalam pernikahan yang ada di budaya Sunda yaitu adat pernikahan kalangkah yang terlangkahi menikah oleh adik kandung di Desa Panyingkiran Jatitujuh Majalengka. Fokus dalam penelitian ini yaitu: bagaimana tradisi pernikahan kalangkah desa Panyingkiran Majalengka dalam pandangan hukum Islam? Adapun metode penelitian yang dipakai adalah penelitian lapangan kualitatif (field research) dimana dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa pernikahan kalangkah yang terjadi di desa Panyingkiran kabupaten Majalengka ini mempunyai beberapa aturan yang diantaranya, jika seorang adik akan melangkahi kakak perempuan maka sang adik akan memberikan sesuatu yang diinginkan kakaknya sebagai tanda restu untuk melangkahi dan jika seorang adik melangkahi kakak laki-laki maka, sang kakak akan tetap diberikan kesempatan untuk meminta apa saja hal yang diinginkannya tetapi kakaknya diwajibkan menikahi seseorang terlebih dahulu baik dengan orang yang dikenal maupun tidak dikenal. Pada dasarnya kepercayaan masyarakat desa Panyingkiran terhadap hukum adat sangatlah kental dan jika tidak dilaksanakannya pernikahan kalangkah maka dipercayai sang kakak akan terhambat jodohnya dan pernikahan tesebut merupakan ritual tolak bala atau dikenal dengan menolak musibah yang akan terjadi dikemudian hari. Pernikahan kalangkah yang terjadi di desa Panyingkiran ini merupakan adat yang bertentangan dengan ajaran Islam karena termasuk dalam pernikahan mut’ah yang dimana nikah mut’ah adalah pernikahan yang dilarang oleh agama karena dilaksanakan hanya sementara berdasarkan kontrak dengan keadaan terpaksa. Kata-Kata Kunci: ‘Urf, Pernikahan Kalangkah, Kalangkah, Mut’ah
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/30752
    Collections
    • Islamic Law [924]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV