• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Uji Aktivitas Antioksidan Dan Toksisitas Tingtur Kemenyan Toba (Styrax Paralleoneurus): Studi In Vitro

    Thumbnail
    View/Open
    17711159 Reza Ishak Estiko.pdf (1.990Mb)
    Date
    2020-08-24
    Author
    Reza Ishak Estiko
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: pemanfaatan getah dari pohon kemenyan Toba (Styrax paralleoneurus) di Indonesia masih minim dan penggunaanya dalam bidang kesehatan juga terbatas. Padahal, kemenyan Toba memiliki aktivitas farmakologis yang bermanfaat dan tidak menimbulkan efek toksik. Penggunaan antioksidan sintetik sering digunakan, jika berlebihan dapat memberikan dampak negatif. Penelitian sebelumnya menggunakan metanol sebagai pelarut untuk menguji aktivitas farmakologis padahal pelarut ini bersifat keras terhadap kulit. Tujuan penelitian: tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan tingtur kemenyan Toba yang dilarutkan dalam etanol dan mengetahui kadar toksiknya. Metode: metode yang digunakan berupa uji in vitro; uji antioksidan dan toksisitas. Pada uji antioksidan digunakan metode 2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl-hydrate (DPPH) dengan kontrol positif vitamin C dan uji toksisitasnya menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) atau Nauplius. Analisis uji antioksidan menggunakan regresi linear setelah menghitung persentase antioksidan dan toksisitas menggunakan analisis probit setelah menghitung persentase kematian Nauplius. Hasil: pada uji antioksidan menunjukan aktivitas antioksidan yang sangat lemah dengan the half-maximal inhibitory concentration (IC50) sebesar 33,7 g/L. Pada uji toksisitas didapatkan the half-maximal lethal dose (LD50) sebesar 8,006 g/L yang dikatakan sebagai zat tidak toksik. Kesimpulan: berdasarkan hasil uji in vitro yang telah diperoleh menunjukan toksisitas kemenyan rendah namun aktivitas antioksidannya sangat lemah, sehingga penelitian lanjutan diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil penelitian.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/30557
    Collections
    • Medical Education [2782]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV