• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Mechanical Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Mechanical Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Temperatur Post Weld Heat Treatment (Pwht) Terhadap Sifat Fisik Dan Mekanik Pada Sambungan Las Mig Baja Aisi 1000 SS

    Thumbnail
    View/Open
    15525094 Faiq Pungkas Muharam.pdf (2.953Mb)
    Date
    2021-01-15
    Author
    Fa’iq Pungkas Muharam
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variasi temperatur annealing pada sambungan las baja terhadap sifat fisik dan mekanik. Penelitian ini menggunakan baja AISI 1000 SS yang mengandung komposisi 0,0695% C, 1,0629% Mn, 98,27% dan beberapa unsur panduan lainnya. Jenis las pada penelitian ini menggunakan las Metal Inert Gas (MIG) dengan gas pelindung argon (100%) dan dilakukan pengujian kerataan spesimen. Kemudian satu spesimen langsung ke tahap pengujian, sedangkan ketiga spesimen dilakukkan perlakuan panas annealing pada suhu 600ºC, 800ºC dan 1000ºC dengan holding time 60 menit. Setelah itu didinginkan didalam alat selama 24 jam kurang lebih. Dari hasil uji kerataan setiap spesimen mengalami kelengkungan. Untuk hasil foto makro dapat dilihat di daerah las pada spesimen tanpa PWHT dan variasi annealing 600ºC, 800ºC terdapat kecacatan. Hasil dari foto mikro pada setiap spesimen, semakin tinggi temperatur maka fasa perlit dan ferit semakin merata. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai uji kekerasan spesimen tanpa PWHT di semua daerah lebih tinggi dari spesimen yang sudah melalui proses PWHT. Pada daerah las di titik 9 variasi temperature 600ºC yang memiliki nilai kekerasan lebih tinggi sebesar 167,86 HVN dibanding spesimen dengan variasi temperature annealing lain. Dari hasil uji tarik tegangan dan regangan spesimen tanpa PWHT sebesar 525,81 Mpa dan 15,91% mengalami penurunan di spesimen variasi temperature 600ºC sebesar 267,18 Mpa dan 4,08%. Sedangkan dari hasil uji bending didapatkan bahwa spesimen tanpa PWHT memiliki tegangan tertinggi sebesar 2155,4 Mpa dan mengalami penurunan pada spesimen variasi temperature 600ºC sebesar 969,72 Mpa. Spesimen yang digunakan memiliki ketahanan korosi yang sangat baik.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/29848
    Collections
    • Mechanical Engineering [749]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV