Show simple item record

dc.contributor.advisorProf. Sarwidi
dc.contributor.author16914004 Rizki Julianti Ilham
dc.date.accessioned2021-06-07T01:33:32Z
dc.date.available2021-06-07T01:33:32Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/28904
dc.description.abstractWilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terdiri dari lima kabupaten/kota tidak luput mengalami bencana dan telah memiliki sejarah kebencanaan yang cukup panjang. Setiap daerah di DIY yang berupa Kabupaten/Kota memiliki potensi bencana yang berbeda-beda. Pada penelitian ini akan dilakukan Investigasi Terhadap Manajemen Risiko Bencana Di Daerah Istimewa Yogyakarta secara lebih mendalam dengan fokus pada Penyebaran Sistem Peringatan Dini. Penelitian tentang sistem peringatan dini telah dilakukan oleh banyak penelitian sebelumnya dilokasi dan kasus yang berbeda. Meski obyek penelitiannya sama, namun morfologi dan karakteristik lokasi menyebabkan adanya perbedaan pada tujuan, metode dan hasil di setiap penelitian. Metode penelitian ini menggunakan purposive sampling berupa survey dan wawancara dan kuesioner seta data statistic. Pemilihan informan dilakukan secara purposive (memiliki kriteria inklusi) dan key person. Pengambilaan data, wawancara dan kuesioner dilakukan di BPBD Kabupaten Kulonprogo, BPBD Kabupaten GunungKidul, BPBD Kabupaten Bantul, BPBD Kabupaten Sleman, BPBD Kota Yogyakarta, dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara dan kuesiner. Pedoman yang digunakan berdasarkan Peraturan Kepala BNPB No. 3 Tahun 2012 tentang Panduan Penilaian Kapasitas Daerah Dalam Penanggulangan Bencana dengan modifikasi. Secara keseluruhan berdasarkan penilaian dari setiap aspek, upaya pengurangan risiko bencana di daerah istimewa yogyakarta telah mencapai 72% untuk bencana tanah longsor, 49,6% untuk bencana letusan gunung api, 68,9% untuk bencana banjir, 68,3% untuk bencana gempa bumi, serta 56,5% untuk bencana tsunami. Selain itu, Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk dalam daerah dengan jenis sistem peringatan dini yang lengkap karena memiliki sistem peringatan dini untuk 5 jenis bencana dari 7 jenis bencana yang paling sering terjadi di Indonesia menurut data yang dimiliki DIBI Tahun 2016 atau sebesar 71,42%.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectmanajemen risikoen_US
dc.subjectsistem peringatan dinien_US
dc.subjectkebencanaanen_US
dc.titleInvestigasi terhadap Manajemen Risiko Bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta (Fokus Kasus: Penyebaran Sistem Peringatan Dini)en_US
dc.Identifier.NIM16914004


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record