• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Electric Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Electric Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Break Even Point (BEP) Pompa Listrik Tenaga Modul Surya

    Thumbnail
    View/Open
    15524077 Firman Hidayat.pdf (2.086Mb)
    Date
    2020
    Author
    15524077 Firman Hidayat
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Indonesia adalah negara beriklim tropis yang terletak di garis khatulistiwa dimana matahari muncul hampir sepanjang tahun secara berkisinambungan. Hal ini tentunya menjadi keuntungan yang sangat besar bagi Indonesia dalam memanfaatkan energi matahari sebagai sumber pembangkit listrik. Energi matahari tersebut dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan teknologi surya yang biasa disebut photovoltaic yang dibentuk dalam modul surya yang terbentuk dari bahan semikonduktor. Pembangkitan listrik menggunakan modul surya memiliki kekurangan yaitu, membutuhkan biaya awal lebih mahal dibandingkan dengan biaya listrik yang dibayarkan ke PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN). Maka dari itu tujuan penelitian ini untuk menganalisa biaya yang diperlukan untuk membangun sistem pembangkit listrik tenaga surya sebagai sumber listrik untuk menyuplai beban pompa. Pompa tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air harian dalam sebuah rumah dengan ekonomi menengah keatas yang berisikan 10 orang. Setelah mengetahui total biaya yang diperlukan, kemudian penulis menganalisis kapan titik impas atau Break Even Point dari sistem PLTS tersebut akan terjadi. Beban pompa yang digunakan memiliki spesifikasi 60 watt dan debit air 2400 Liter/jam. Diketahui konsumsi daya pompa dalam sehari adalah 0,103 kWh/ hari kemudian dikalikan dengan harga per kWh yang berlaku pada rumah tersebut adalah Rp 1.467,-. Dari hasil tersebut didapatkan biaya penggunaan listrik pompa dalam setahun adalah Rp33.091,-. Apabila total biaya investasi dalam membangun sistem PLTS adalah Rp 1.512.980,- maka dapat dihitung kapan titik impas akan terjadi yaitu, dalam kurun waktu 45.7 tahun. Hasil yang didapatkan terlalu boros dalam pembelian komponen PLTS dikarenakan tidak dilakukan prediksi komponen yang dibutuhkan dalam pembuatan PLTS untuk mensuplai beban pompa listrik sebesar 60 Watt.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/28725
    Collections
    • Electric Engineering [889]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV