• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Rancangan Sistem Kerja Yang Ergonomis Untuk Mengurangi Risiko Cedera Studi Kasus Di CV Akasia Bantul

    Thumbnail
    View/Open
    17916204 Dita Saraswati.pdf (4.614Mb)
    Date
    2020
    Author
    Dita Saraswati
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Salah satu dari tiang penyangga utama dari perekonomian adalah sektor industri. Kelompok skala industri kecil atau UMKM terutama di Yogyakarta ialah industri batik. Di industri batik ini banyak pekerjaan yang tidak memperhatikan aspek ergonomi baik dalam metode kerja maupun fasilitas kerja yang digunakan. Hal ini dapat memicu timbulnya keluhan dan cedera pada otot atau sering disebut dengan Musculoskeletal Disorders (MSDs) atau keluhan pada bagian otot-otot skeletal yang lama maka dapat menyebabkan kerusakan pada otot, saraf, tendon, persendian, kartilago dan discus interveteblaris. Kebanyakan Pembatik bekerja dengan posisi duduk sehingga dapat memicu terjadinya ketidaknyamanan kerja. Seperti pada produksi batik yang ada di Yogyakarta yakni CV Akasia Batik yang karyawannya memiliki masalah terkait keluhan pada saat proses produksi. Risiko cidera dalam peneliatian ini dianalisis menggunakan Nordic Body Map (NBM) dan Quick Exposure Check (QEC). Perbaikan fasilitas kerja menggunakan ergonomi makro dengan pendekatan partisipatori. Hasil NBM sebelum perbaikan fasilitas kerja menunjukkan bahwa risiko cidera paling tinggi stasiun kerja nyanting dengan nilai 76 yang berarti diperlukan segera tindakan perbaikan. Hasil QEC sebelum perbaikan fasilitas kerja menghasilkan nilai tertinggi pada stasiun kerja Nyanting bernilai 60% yang berarti perlu penelitian lebih lanjut dan dilakukan perubahan. Hasil dari ergonomic makro menggunakan pendekatan partisipatori dilakukan perbaikan fasilitas kerja. Pada perbaikan fasilitas kerja ini menghasilkan penambahan apron, penambahan sarung tangan, perbaikan kursi dan meja nyanting, penambahan sepatu boots, penambahan rambu k3, penambahan apar, dan penambahan tongkat bantu untuk lorod. Hasil validasi perbaikan fasilitas kerja menggunakan NBM dan QEC mununjukkan bahwa terdapat penurunan skor pada setiap stasiun kerja. NBM stasiun kerja nyanting sebelum ialah 76 dan sesudah 46.3 , stasiun kerja ngecap sebelum 48 dan sesudah 45, stasiun kerja warna sebelum 54 dan sesudah 46, stasiun kerja lorod sebelum 52.6 dan sesudah 46.7 . Sedangkan QEC stasiun kerja nyanting sebelum ialah 60% dan sesudah 40%, stasiun kerja ngecap sebelum 51% dan sesudah 44%, stasiun kerja warna dan lorod sebelumnya menghasilkan nilai 53% dan sesudah menghasilkan nilai sebesar 43%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perbaikan fasilitas kerja membatik dapat mengurangi beban kerja pada semua stasiun kerja.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/28453
    Collections
    • Master of Industrial Engineering [244]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV