• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    SENGKETA YURISDIKSI PENGADILAN NIAGA DAN LEMBAGA ARBITRASE

    Thumbnail
    View/Open
    Skripsi Ardhi Candra Wijaya 13410665.pdf (1.622Mb)
    Date
    2017
    Author
    Ardhi Candra Wijaya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kekuatan klausul arbitrase dan kewenangan pengadilan niaga untuk memutus perkara Kepailitan yang terdapat klausul arbitrase. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normative. Mula-mula data penelitian akan dikumpulkan dan diuraikan secara kualitatif, mendetail, dan mendasar, serta akan dikaji secara lengkap dengan menggunakan peraturan perundang-undangan, buku, dan bahan hukum pendukung yang terkait lainnya, baru kemudian dianalisis menggunakan teori-teori yang ada, untuk mencari dan mengkaji mengenai kekuatan klausula arbitrase dan kewenangan pengadilan niaga memutus perkara kepailitan yang terdapat klausul arbitrase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa klausula arbitrase mengikat para pihak seperti undang-undang (pacta sunt servanda) mengikatnya klausula tersebut karena adanya kesepakatan yang bukan hanya menjadi kewajiban moral, tetapi juga kewajiban hukum yang pelaksanaannya wajib ditaati. Pengadilan Niaga tidak berwenang menerima dan menyelesaikan permohonan pernyataan pailit yang terdapat klausul arbitrase. Asas pacta sunt servanda menjadikan ketentuan dalam Klausula Arbitrase memiliki kesetaraan dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Kepailitan dan PKPU. Dengan demikian asas pacta sunt servanda yang harusnya lebih diutamakan dibandingkan dengan norma atau ketentuan yang mengatur lain. eksepsi kompetensi absolut dari pihak tergugat membuktikan bahwa pihak tergugat tidak melepaskan haknya terhadap perjanjian arbitrase hal tersebut menunjukan tidak ada penarikan perjanjian arbitrase yang menjadikan lembaga arbitrase sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang menyelesaikan sengketa tersebut. Saran dalam penelitian ini perlu dimengerti oleh para pihak yang membuat perjanjian arbitrase agar mengetahui akibat hukumnya dan perlu adanya penghargaan lebih dari hakim terhadap asas pacta sunt servanda, serta dalam pembuatan undang-undang, Dewan Perwakilan Rakyat tidak mengesampingkan nilai dan asas dalam hukum, karena asas merupaan pembentuk system hukum.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/27653
    Collections
    • Law [3447]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV