Show simple item record

dc.contributor.advisorHudaya
dc.contributor.authorJacky Cahaya Saputra
dc.date.accessioned2021-01-08T03:53:16Z
dc.date.available2021-01-08T03:53:16Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/26374
dc.description.abstractPT. PURA BARUTAMA unit Offset merupakan grup perusahaan industri percetakan kertas terbesar di Indonesia. Pada penelitian tugas akhir ini mengangkat permasalahan yang dihadapi perusahaan dikhususkan pada mesin-mesin yang digunakan dalam proses produksi, yang mana mesin-mesin tersebut merupakan fektor yang berperan penting dalam kelancaran kegiatan di perusahaan. Apabila tcrjadi suatu kerusakan (downtime) pada suatu lini produksi menyebabkan terganggunya kelancaran kegiatan produksi. Mesin yang menjadi obyek penelitian adalah mesin-mesin dalam lini produksi kemasan Pepsodent. Agar dapat mengatasi permasalahan diatas, perlu dibuat usulan untuk menentukan interval waktu pemeriksaan dan penggantian pencegalian pada mesinmesin lini produksi tersebut dengan menggunakan kriteria minimasi downtime. Langkah pertama adalah menentukan mesin yang paling sering mengalami kerusakan (mesin kritis) berdasarkan downtime mesin-mesin yang diamat selama periode November 2004 - Oktober 2006, dimana yang termasuk dalam kategori mesin kritis yaitu mesin cetak Koebau-1. Mesin tersebut dikategorikan kritis karena raempunyai downtime terbesar yaitu sebesar 25010 menit dengan persentase downtime 57,54 % dari downtime lini produksi tersebut. Selanjutnya menentukan komponen dari mesin kritis yang sering mengalami kerusakan, didapatkan komponen Impression Cylinder dan Plate Cylinder sebagai komponen kritis berdasarkan downtime sebesar 9425 dan 3780 menit. Kemudian dari data komponen kritisdilakukan perhitungan Index ofFit dengan metode Least Square Curve Fitting agar dapat menentukan distribusi yang paling cocok terhadap data data interval waktu kerusakan dan data waktu perbaikan kedua komponen kritis diatas. Selanjutnya dilakukan uji Goodness of Fit dengan metode Maximum Likelihood Estimators agar mendapatkan estimasi parameter dari distribusi terpilih. Dari perhitungan diatas didapatkan Mean Time to Failure (MTTF) dan Mean Time to Repair (MTTR) pada suatu data kerusakan. dimana nilai MTTF dan MTTR digunakan untuk melakukan perhitungan interval waktu pemeriksaan dan pencegalian yang meminimasi downtime. Dari hasil pengolahaii data didapat interval waktu pemeriksaan pada komponen Impression Cylinder adalah selama selang waktu 180 jam sekali dengan frekuensi sebesar 4 kali sebulan. Interval waktu pemeriksaan pada komponen Plate Cylinder adalah selama selang waktu 240 jam sekali dengan frekuensi sebesar 3 kali sebulan. Interval waktu pergantian pencegahan pada komponen Impression Cylinder adalah selama selang waktu 85771 menit sejak komponen pertama kali beroperasi setelah dilakukan pergantian baru. Interval waktu pergantian pencegahan padakomponen Plate Cylinder adalah selama selang waktu 195148 menit sejak komponen pertama kali beroperasi setelah dilakukan pergantian baru.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectUsulan Preventive Maintenanceen_US
dc.subjectPeriodic Inspectionen_US
dc.subjectMemi Nimasi Downtime Mesin Kritisen_US
dc.subjectStudi Kasus pada PT. Pura Barutama, Kudusen_US
dc.titleUsulan Preventive Maintenance dan Periodic Inspection Untuk Memi Nimasi Downtime Mesin Kritis (Studi Kasus pada PT. Pura Barutama, Kudus)en_US
dc.Identifier.NIM01522224


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record