Perbedaan Karakteristik Gaya Hidup Mahasiswa Fakultas MIPA, Eksakta Lainnya dan Non Eksakta di Universitas Islam Indonesia Jogjakarta (Studi Kasus : Mahasiswa S1 Universitas Islam Indonesia Jogjakarta)
Abstract
Gaya hidupsuatu komunitas atau individu adalah hal yang menarik untuk
diperhatikan. Satu komunitas memiliki gaya hidup yang berbeda dengan gaya
hidup komunitas lain. Begitujuga antara individu yang satudengan individu yang
lain pada komunitas yang soma. Perbedaan gaya hidup dapat terjadi karena
pengaruh lingkungan (nurture) atau dorongan dari individu ataupun komunitas
itu sendiri (nature). Secara tidak disadari kesibukan akademis telah
mempengaruhi pola perilaku para mahasiswa, yang lama-kelamaan berubah
menjadi kebiasaan-kebiasaan tertentu, yang bisa saja berdampak positifmaupun
negatif. Kebiasaan-kebiasaan ini akan membentuk gaya hidup dari mahasiswa.
Dari berbagai kebiasaan tersebut, terbentuklah berbagai perbedaan gaya hidup
antara mahasiswa MIPA dengan mahasiswa non-MIPA. Hal ini dapat terlihat
dari gaya hidup mereka sehari-hari. Untuk menganalisis perbedaan gaya hidup
mahasiswaMIPA, Eksakta dan Non Eksakta maka analisis menggunakan analisis
deskriptif dan analisis kluster. Dari analisis deskriptif dari ketiga fakuitas
responden mempunyai karakteristik gaya hidup tidak jauh berbeda dari
ketujuhbelas variabel yang ada, rata-rata mempunyai pola tidur, pola makan,
pola olah raga, pola organisasi dan pola interaksi sosialyang idealmeskipun ada
variabel yang mempunyai pola hidup kurang dari ideal tetapi tidak ada
responden yang mempunyai pola hidup melebihi ideal. Dari ketiga fakuitas yang
paling dominan mempunyai pola hidup ideal yaitu dari fakuitas Non-Eksakta.
Analisis kelompok metode K-Means banyaknya responden/mahasiswa yang
terbentuk dari ketiga kelompok yaitu kelompok 1 sebanyak 209 mempunyai pola
hidup kurang ideal, kelompok 2 sabanyak 58 mempunyai pola hidup melebihi
idealdankelompok 3 sebanyak 109 mempunyaipola hidup ideal, Responden yang
menjadi fokus perhatian atau untuk menerapkan pola hidup yang ideal adalah
responden-responden pada kluster I. Sedangkan pada kluster yang ada pada
kluster IIIdapatdijadikanpengembangan dalam penerapanpola hidup ideal
Collections
- Statistics [1220]
