• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Peran Alvarado Skor Untuk Menegakkan Diagnosis Perforasi Apendisitis

    Thumbnail
    Date
    2013-07-08
    Author
    Asianto, Gheo Sentra Sumakna
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Apendistis merupakan peradangan dari apendiks vermiformis, yang memerlukan tindakan bedah segera, sedangkan perforasi apendisitis yaitu komplikasi apendisitis akut yang menyebabkan pecahnya apendisitis yang dapat menyebabkan peritonitis dan abses. Apendisitis lebih sering terjadi pada usia remaja dan dewasa muda, laporkan terdapat peningkatan kejadian apendisitis dari 7,68% menjadi 9,38% dari 10.000 orang. Untuk menegakkan diagnosis apendisitis dapat digunakan sistem penilaian yaitu skor alvarado. Skor Alvarado merupakan cara penilaian berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboraturium.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah skor Alvarado dapat menegakkan kejadian perforasi pada pasien apendisitis akut di RS. Tegalyoso Klaten. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik, kohort retrospektif. Subjek penelitian ini adalah semua pasien apendisitis akut RS. Tegalyoso Klaten. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu nilai p <0,05, yang berarti ada perbedaan antara perhitungan apendisitis simple dan apendisitis perforasi. Dari penelitian ini didapatkan skor alvarado dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis perforasi apendisitis.Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan, yang berarti ada perbedaan skor alvarado untuk usus buntu dan perforasi usus buntu. Berdasarkan jenis kelamin, kasus apendisitis terbanyak didapatkan pada laki-laki. Berdasarkan umur, kasus apendisitis terbanyak didapatkan pada umur 18-40 tahun. Terdapat perbedaan skor Alvarado yang signifikan antara apendisitis dan perforasi apendisitis (Hipotesis diterima). Hasil skor alvarado yang tinggi dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis perforasi apendisitis.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/25999
    Collections
    • Medical Education [2909]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV