• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Sriwijaya Archaeology Museum di Kawasan Candi Muara Takus sarana aktivitas purbakala dengan konsep edukatif pada perancangan Sriwijaya Archaeology Museum at Muara Takus Area educational design concepts for archeological media

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.jpg (254.1Kb)
    01.0 cover.pdf (49.50Kb)
    02 preliminari.pdf (177.0Kb)
    03 daftar isi.pdf (304.9Kb)
    04 abstarct.pdf (164.4Kb)
    04.1 abstarct.txt (4.317Kb)
    05.1 bab 1.pdf (2.179Mb)
    05.2 bab 2.pdf (3.802Mb)
    05.3 bab 3.pdf (2.344Mb)
    05.4 bab 4.pdf (871.2Kb)
    05.5 bab 5.pdf (1.423Mb)
    05.6 bab 6.pdf (603.7Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (256.7Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (27.57Mb)
    07.2 lampiran 2.pdf (27.28Mb)
    Date
    2016
    Author
    Ramadhani, Azka Aulia
    Larasati, Adinda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sriwijaya Archaeology Museum merupakan sarana aktivitas purbakala di kawasan Candi Muara Takus Riau. Kurangnya fasilitas pendukung yang mewadahi aktivitas kepurbakalaan di kawasan cagar budaya tersebut berdampak pada kurangnya kinerja para konservator untuk terus melakukan pemugaran di kompleks candi. Penggalian yang masih terus berlanjut dan tidak adanya sarana penyimpanan koleksi candi menyebabkan pengunjung yang datang tidak banyak mendapat informasi terkait Candi Muara Takus. Dengan adanya Sriwijaya Archaeology Museum, tidak hanya sebagai tempat penyimpanan koleksi dan informasi namun sebagai pendukung aktivitas kepurbakalaan. Perancangan museum ini difokuskan pada peletakan tata ruang pamer permanen yang saling terkait, dengan menekankan konsep edukatif didalamnya. Konsep edukatif diaplikasikan pada penggunaan material dinding sebagai media informasi yang edukatif. Selain penggunaan material, bentuk museum arkeologi ini dirancang dengan konsep lansekap yang memiliki undakan, mendukung simulasi proses penemuan batu candi di sekitar museum. Penataan gubahan massa museum juga dipisah menjadi dua, dimana bangunan utama sebagai ruang perkenalan berupa opened gallery, lalu pengunjung dibawa ke bangunan kedua untuk melihat koleksi pameran. Untuk fasilitas pendukung sarana aktivitas purbakala, disediakannya ruang laboratorium sebagai ruang penelitian terhadap penemuan baru yang didapat dari kawasan candi. Dari hasil perancangan museum arkeologi yang edukatif, pengunjung yang datang diharapkan mendapat informasi yang lengkap mengenai sejarah candi. Selain itu, aktivitas kepurbakalaan dapat terus berlanjut karena telah mendapat sarana pendukung kegiatan tersebut. Dengan demikian, Sriwijaya Archaeology Museum mampu memberikan ruang bagi masyarakat maupun konservator Candi Muara Takus.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/2594
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV