• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Centers
    • DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
    • Prosiding
    • Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat “Kesehatan Modern dan Tradisional” - Diseminasi Penelitian
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Centers
    • DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
    • Prosiding
    • Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat “Kesehatan Modern dan Tradisional” - Diseminasi Penelitian
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    POLA PENCARIAN PENGOBATAN PENDERITA PENYAKIT KUSTA DI KOTA MAKASSAR

    Thumbnail
    View/Open
    159-169 Indra Fajarwati I- POLA PENCARIAN PENGOBATAN PENDERITA.pdf (509.0Kb)
    Date
    2020-11-18
    Author
    Fajarwati Ibnu, Indra
    Sald, A. Milla
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Indonesia termasuk tiga besar setelah India dan Brazil dengan kasus penderita kusta terbanyak. Jumlah penderita tersebut didominasi oleh usia dibawah 15 tahun yang mengalami cacat. Banyak di antara mereka mendapat perlakuan diskriminatif yang terkadang menjadi penyebab terlambatnya penderita dalam mencari pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perilaku pencarian pengobatan penderita penyakit Kusta di Kota Makassar. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi informan tentang penyakit kusta adalah penyakit keturunan dan penyakit akibat sihir atau guna-guna. Pemahaman inilah yang mendasari informan melakukan pengobatan tradisional. Informan lain memahami penyakit kusta sebagai penyakit menular dan membutuhkan perawatan medis. Adapun pola pencarian pengobatan penderita Kusta yaitu ; pertama, tidak bertindak apa-apa (no action); kedua, hanya melakukan upaya pengobatan sendiri (self treatment); ketiga, mencari pengobatan ke berbagai fasilitas kesehatan tradisional (traditional remedy); keempat, melakukan pengobatan di klinik dan dokter spesialis (private medicine). Tetapi ada pula dengan perilaku pengobatan yang berbeda yaitu pada tahap ketiga berobat ke dokter ahli sambil melakukan pengobatan ke dukun (tahap keempat); lalu tahap kelima, melakukan pengobatan di Puskesmas setelah mendapat rujukan dari dokter ahli atau klinik. Setelah dinyatakan sembuh maka perilaku informan kembali ke tahap kedua.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/25917
    Collections
    • Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat “Kesehatan Modern dan Tradisional” - Diseminasi Penelitian [26]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV