• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Centers
    • DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
    • Prosiding
    • Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat “Kesehatan Modern dan Tradisional” - Diseminasi Penelitian
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Centers
    • DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
    • Prosiding
    • Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat “Kesehatan Modern dan Tradisional” - Diseminasi Penelitian
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    UPAYA PENGENDALIAN SCHISTOSOMIASIS MENUJU ELIMINASI DENGAN IMPLEMENTASI MODEL BADA DI KABUPATEN POSO PROPINSI SULAWESI TENGAH

    Thumbnail
    View/Open
    10-24 Ahmad Erlan-UPAYA PENGENDALIAN SCHISTOSOMIASIS.pdf (576.5Kb)
    Date
    2020-11-18
    Author
    Erlan, Ahmad
    Nur Widayati, Anis
    Tolistiawaty, Intan
    Maksud, Malonda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Schistosomiasis di Indonesia disebabkan oleh cacing trematoda jenis Schistosoma japonicum dengan hospes perantara keong Oncomelania hupensis lindoensis. Penyakit ini hanya ditemukan di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu di Dataran Tinggi Napu dan Dataran Tinggi Bada, Kabupaten Poso serta Dataran Tinggi Lindu, Kabupaten Sigi. Berbagai upaya pengendalian sudah dilakukan selama lebih dari 20 tahun terakhir. Sebuah strategi baru pengendalian schistosomiasis terintegrasi dan berbasis masyarakat, yang disebut pengembangan Model Bada diimplementasikan di salah satu daerah endemis schistosomiasis, Desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Pengembangan tersebut terdiri atas empat kegiatan, yaitu Penyusunan Peraturan Desa, Pembentukan Tim Pengendalian Schistosomiasis Desa / Tim Peda’,Peningkatan kapasitas dalam pengendalian schistosomiasis melalui tokoh agama (Tim Mobasa), Guru (Tim Mepaturo), Petugas Puskesmas dan Laboratorium Schistosomiasis, dan Program Pengendalian Schistosomiasis Terintegrasi Lintas Sektor. Hasil implementasi menunjukkan terjadi penurunan kasus schistosomiasis pada manusia dan hewan mamalia ternak menjadi nol, meningkatkan cakupan pengumpulan tinja manusia, dari 54,59% menjadi 71,92%.. Pengembangan Model Bada dapat menurunkan jumlah daerah fokus dari 5 menjadi 3 daerah fokus. Berdasarkan hasil tersebut Pengembangan Model Bada dapat dipertimbangkan untuk diimplementasikan di daerah endemis schistosomiasis lain di Provinsi Sulawsi Tengah, dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal masing-masing desa.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/25859
    Collections
    • Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat “Kesehatan Modern dan Tradisional” - Diseminasi Penelitian [26]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV