• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Fasilitas Wisata Lingkungan dan Budaya di Kampung Wisata Kedung Semurup Yogyakarta Dengan Penerapan Arsitektur Ekologis

    Thumbnail
    View/Open
    16512049 Nadia Salsabila.pdf (20.27Mb)
    Date
    2020-07-13
    Author
    Nadia Salsabila, 16512049
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dari 214 kampung wisata hanya 72 diantaranya yang dapat dikatakan berhasil menjadi kampung wisata. Kegagalan kampung wisata disebabkan oleh daya tarik wisata yang belum didukung fasilitas penunjang. Kampung Kedung Semurup memiliki berbagai macam kegiatan seni budaya dan kegiatan alam yang dilakukan warganya. Belum adanya wadah bagi warga beraktivitas mendorong penulis untuk merancang eco-cultural center yang mana dapat mewadahi segala kegiatan seni budaya dan kegiatan alam warga Kampung Kedung Semurup. Sehingga dengan adanya eco-cultural center ini diharapkan dapat sebagai sarana pengembangan lokalitas dari potensi yang dimiliki dan dijadikan sebagai daya tarik wisatawan berkunjung ke kampung ini. Di samping itu pada tahun 2016, Sungai Denggung mengalami pencemaran akibat sampah rumah tangga yang mengganggu kualitas dan kondisi sungai. Sehingga mengakibatkan tidak terlihat adanya aktivitas di tepian sungai. Maka dari itu dalam perancangan ini memanfaatkan potensi Sungai Denggung dalam perancangan tapak sekaligus sebagai kegiatan utama pada eco-cultural center. Pendekatan arsitektur ekologis merupakan metode pendekatan yang diterapkan dalam perancangan eco-cultural center guna menciptakan bangunan dan lingkungan tapak yang sehat dan selaras demi menjaga keletarian alam dan menjaga makhluk hidup yang ada. Dimana memanfaatkan potensi Sungai Denggung ke dalam perancangan tapak guna menyelesaikan permasalahan sampah yang ada di sungai. Sehingga akan menghidupkan aktivitas di Sungai Denggung dan tepiannya. Tidak hanya itu, penerapan arsitektur ekologis yang difokuskan yaitu menciptakan kawasan yang hijau, merespon terhadap iklim, menghemat penggunaan energi, dan menggunakan material lokal yang ramah lingkungan. Dalam menguji desain pada aspek tata lansekap, pencahayaan, penghawaan, dan penggunaan material lokal ekologis menggunakan perhitungan persentase yang mana harus memenuhi standar yang berlaku. Sedangkan dalam menguji desain pada aspek pergerakan matahari menggunakan software sketchup untuk mengetahui sudut jatuh bayangan bangunan pada bulan kritis. Pada aspek pergerakan angin uji desain menggunakan software Autodesk Flow Design untuk mengetahui titik mana sajakah masih memiliki kecepatan angin yang tinggi.
    URI
    http://dspace.uii.ac.id/123456789/23934
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV