• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Denda Adat dalam Perkawinan Karena Zina di Masyarakat Suku Pekal Menurut Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Napal Putih Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu)

    Thumbnail
    View/Open
    16421048 Vika Afrilia.pdf (9.428Mb)
    Date
    2020-07-09
    Author
    Vika Afrilia, 16421048
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Denda Adat dalam Perkawinan Karena Zina di Masyarakat suku Pekal Menurut Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Napal Putih Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu) Vika Afrilia Napal Putih merupakan desa yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Desa ini memiliki hukum adat yang berasal dari warisan nenek moyang khususnya adat tentang perzinaan. Adat ini tidak sebagaimana hukum Islam yang menetapkan hukuman bagi pezina muhsan dan gairu muhsan. Dalam aturan adat, apabila melakukan perzinaan hanya dinikahkan saja. Namun, jika perzinaan tersebut menyebabkan kehamilan maka dikenakan denda adat cuci kampung “ngecik nioh pinang”, yaitu dengan menyembelih seekor kambing, diarak keliling desa dan mendo’a. Denda adat ini dilakukan sebagai pengampunan kepada Allah Swt dan permohonan maaf kepada masyarakat. Namun, apabila denda ini tidak dibayarkan maka akan dikenai sanksi moral yaitu dikucilkan dari persekutuan masyarakat. Dengan adanya perbedaan hukuman ini, penulis tertarik untuk meneliti bagaimana pandangan hukum Islam terkait praktik penerapan denda adat di desa Napal Putih. Jenis penelitian ini adalah penelitian normatif dengan menggunakan data empiris. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini disimpulkan: pertama, proses penyelesaiannya dengan menggelar rapat dusun, musyawarah adat, putusan sidang dan eksekusi. kedua, hukum adat yang diterapkan di desa Napal Putih tidak sesuai dengan hukum Islam. Namun memiliki tujuan yang sama yaitu dalam upaya pejeraan, pendidikan dan pencegahan. Pada intinya hukum adat ini tetap efektif dan berjalan dengan semestinya sehingga dapat meminimalisir terjadinya perzinaan.
    URI
    http://dspace.uii.ac.id/123456789/23746
    Collections
    • Islamic Law [924]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV