Show simple item record

dc.contributor.advisorBachnas
dc.contributor.advisorSubarkah
dc.contributor.authorSri Yuniarti, 99511412
dc.date.accessioned2020-08-11T01:09:37Z
dc.date.available2020-08-11T01:09:37Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://dspace.uii.ac.id/123456789/23236
dc.description.abstractPeningkatan Jalan Pandean - Playen sebagai penghubung Kota Wonosari Kabupaten Gunung Kidul dengan Kota Bantul Kabupaten Bantul tanpa melewati Kota Yogyakarta merupakan bahasan yang menarik untuk dijadikan tema bahasan dalam Tugas Akhir ini, khususnya pada evaluasi Perencanaan Perkerasan Jalan yang digunakan. Secara garis besar tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tebal perkerasan yang sesuai dengan kondisi jalan dengan menggunakan metode Analisa Komponen dan metode AASHTO. Lokasi penelitian berada di wilayah Derah Istimewa Yogyakarta dimulai dari pertigaan makam Imogiri sampai Playen Wonosari. Data yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini berupa data sekunder yaitu data perencanaan yang penyusun peroleh dari Departemen Pekerjaan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta Sub Dinas Bina Marga yaitu berupa data lapangan, data survei pencacahan lalu lintas, dan berupa data perencanaan Kemudian untuk data sekunder yang lain penyusun kumpulkan dari Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta berupa data curah hujan dan data jumlah kendaraan bermotor di Daerah Istimewa Yogyakarta. Evaluasi tebal lapis keras pada ruas Lingkar Imogiri Kabupaten Bantul dilakukan menggunakan dua metode, yaitu metode Bina Marga 1987 (Metode Analisa Komponen, SKBI- 2323 1987, UDC : 625.73 (02)) dan metode AASHTO 1986 (AASHTO, Guide For Design OfPavement Structures, 1986).Kedua analisis yang digunakan pada prinsipnya sama, yaitu untuk menentukan tebal lapis keras yang akan digunakan. Dari analisis yang dilakukan diperoleh nilai CBR tanah dasar berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode grafis adalah sebesar 6,4%. Modulus resilien tanah dasar (Mr) sebesar 9600 Psi. Dengan menggunakan metode Bina Marga didapat susunan tebal perkerasan untuk laston setebal 11 cm, lapis pondasi atas dengan material agregat A setebal 20 cm, dan lapis pondasi bawah untuk material agregat B setebal 20 cm, sehingga total tebal perkerasan adalah 51 cm. Dengan metode AASHTO 1986 didapat susunan tebal perkerasanan untuk lapis permukaan dengan material laston setebal 10 cm, lapis pondasi atas dengan material agregat klas Asetebal 10 cm, dan lapis pondasi bawah dengan material agregat klas B setebal 12 cm, sehingga total tebal perkerasan adalah 32 cm. Secara keseluruhan selisih tebal perkerasan yang ada adalah 19 cm. Adanya perhedaan susunan tebal perkerasan ini dimungkinkan karena perbedaan parameter variabel yang digunakan untuk tiap metode.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAnalisis Tebal Perkerasanen_US
dc.subjectMetode Analisa Komponen dan AASHTOen_US
dc.subjectKabupaten Bantulen_US
dc.subjectStudi Kasus pada Proyek Jalan Pandean - Playenen_US
dc.subjectKabupaten Bantul dan Gunung Kidulen_US
dc.subjectDaerah Istimewa Yogyakartaen_US
dc.titleAnalisis Tebal Perkerasan dengan Metode Analisa Komponen dan AASHTO pada Ruas Jalan Lingkar Imogiri Kabupaten Bantul (Studi Kasus pada Proyek Jalan Pandean - Playen Kabupaten Bantul dan Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta)en_US
dc.Identifier.NIM99511412


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record