• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemanfaatan Biji Kelor Sebagai Koagulan untuk Menurunkan Kadar Warna dan Kekeruhan pada Limbah Batik Nakula Sadewa

    Thumbnail
    View/Open
    02513090 Mulyanto.pdf (5.786Mb)
    Date
    2007
    Author
    Mulyanto, 02513090
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Batik merupakan sektor andalan yang dapat meningkatkan pendapatan asli Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah terkenal baik yaitu nasional maupun internasional. Namun banyaknya produsen batik baik yang besar maupun yang berskala rumah tangga memunculkan masalah sosial lain, yaitu melimpahnya produksi limbah. Limbah usaha kerajinan batik sebagian besar dalam bentuk cair yang sebagian besar dihasilkan dari proses pembilasan/pencucian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas koagulan biji kelor dalam menurunkan kadar kekeruhan dan warna pada limbah batik Nakula Sadewa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan biji kelor sebagai zat koagulan pada proses koagulasi-flokulasi. Optimalisasi variasi dosis koagulan dilakukan dengan Jar test dengan variasi dosis 4 gr/l, 8 gr/l, 12 gr/l. 16 gr/l dan 20 gr/l. Variasi kecepatan pengadukan yang digunakan yaitu 120 rpm selama 1 menit untuk proses koagulasi dan 20 rpm selama 15 menit untuk flokulasi. Sedangkan pH optimum yang dipakai 10. Biji buah kelor (Moringan oleifera) mengandung zat aktif rhamnosyloxybenzil- isothiocyanate, yang mampu mengadsopsi dan menetralisasi partikel-partikel lumpur serta logam yang terkandung dalam air limbah suspensi, dengan partikel kotoran melayang dalam air. Setelah jar test, sample didiamkan selama 1 jam supaya terjadi pengendapan. Analisa laboratorium untuk parameter kekeruhan mengacu pada SNI M-03-1989-F metode spektrofotometri dan warna yang mengacu pada SNI M- 03-1989-F metode spektrofotometri serta memperhatikan nilai pH. Berdasarkan analisa laboratorium menunjukkan terjadinya penurunan kadar kekeruhan dan warna pada limbah batik Nakula Sadewa. Dimana efisiensi penurunan dari kekeruhan dan warna tertinggi terjadi pada variasi dosis koagulan biji kelor 20 gr/l yaitu sebesar 96.230 % untuk parameter kekeruhan dan 94.725 % untuk parameter warna. Kata kunci : Limbah batik, biji kelor, Koagulasi-flokulasi. pH optimum, adsopsi. kekeruhan, warna.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/23126
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV