Show simple item record

dc.contributor.authorAndy Rais, 02513067
dc.date.accessioned2020-08-03T12:26:56Z
dc.date.available2020-08-03T12:26:56Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/23125
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kapasitas serapan tanaman terhadap Merkuri (Hg) yang terdapat dalam limbah laboratorium kualitas lingkungan dengan menggunakan sistem pengolahan secara alamiah (constructed wetland). Wetland adalah sistem pengolahan air yang memanfaatkan tanaman air dalam membantu menyediakan kondisi yang baik bagi penyisihan pencemar dalam air buangan. Sedangkan tanaman yang akan dipergunakan adalah Enceng Gondok (Eichhornia crassipes), dimana konsentrasi limbah yang akan dialirkan pada tanaman air tersebut bervariasi yaitu 0 %, 25 %, 50 %, 75 % dan 100 %. Pengaruh penyerapan logam merkuri oleh tanaman eceng gondok dapat menimbulkan efek toksisitas pada tanaman ini bisa dilihat melalui pengamatan morfologi tanaman. Logam Hg (merkuri) merupakan salah satu jenis logam berat berbahaya dan beracun yang sangat membahayakan bagi kehidupan manusia maupun makhluk hidup lainnya dan logam ini menduduki urutan pertama dalam hal sifat racunnya dibandingkan logam berat lainnya. Setelah penelitian selasai selanjutnya dilakukan pengujian hasil dari penelitian tingkat penyerapan merkuri terhadap tanaman eceng gondok dan hasil penelitian tersebut menunjukan adanya penyerapan logam merkuri di akar maupun di daun pada tanaman, yang mana dipengaruhi oleh pola tanam dan waktu kontak( 3, 6, 9 dan 12 hari). Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut tingkat penyerapan yang paling tinggi terdapat pada akar di bandingkan pada daun yaitu pada konsentrasi 25 % pada hari ke-12 dengan serapan logam sebesar 0,0315 mg/L dan dari efisiensi tingkat penyerapan logam merkuri paling tinggi pada tanaman eceng gondok juga tedapat pada konsentrasi 25 % pada hari ke-12 yaitu 11,1822 %. Pada konsentrasi 100% tingkat penyerapan terhadap logam merkuri sangat rendah dibandingkan dengan konsentrasi yang lain, ini disebabkan pengaruh air limbah yang sangat jenuh mengakibatkan toksisitas pada tanaman seperti warna pada daun menjadi pucat dan layu sehingga kemampuan tanaman untuk menyerap logam merkuri terganggu. Kata kunci : Constructed wetland, Eceng gondok, Merkuri (Hg), waktu kontak, Limbah cair laboratorium kualitas lingkungan UII Jogjakarta.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectConstructed wetlanden_US
dc.subjectEceng gondoken_US
dc.subjectMerkuri (Hg)en_US
dc.subjectwaktu kontaken_US
dc.subjectLimbah cair laboratoriumen_US
dc.subjectkualitas lingkungan UII Jogjakartaen_US
dc.titleTingkat Penyerapan Merkuri (Hg) Limbah Cair Laboratorium Kualitas Lingkungan UII dengan Constructed Wetland Menggunakan Tanaman Enceng Gondok (Eichhomia crassipes)en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record