• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tingkat Penyerapan Merkuri (Hg) Limbah Cair Laboratorium Kualitas Lingkungan UII dengan Constructed Wetland Menggunakan Tanaman Enceng Gondok (Eichhomia crassipes)

    Thumbnail
    View/Open
    02513067 Andy Rais.pdf (10.67Mb)
    Date
    2007
    Author
    Andy Rais, 02513067
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kapasitas serapan tanaman terhadap Merkuri (Hg) yang terdapat dalam limbah laboratorium kualitas lingkungan dengan menggunakan sistem pengolahan secara alamiah (constructed wetland). Wetland adalah sistem pengolahan air yang memanfaatkan tanaman air dalam membantu menyediakan kondisi yang baik bagi penyisihan pencemar dalam air buangan. Sedangkan tanaman yang akan dipergunakan adalah Enceng Gondok (Eichhornia crassipes), dimana konsentrasi limbah yang akan dialirkan pada tanaman air tersebut bervariasi yaitu 0 %, 25 %, 50 %, 75 % dan 100 %. Pengaruh penyerapan logam merkuri oleh tanaman eceng gondok dapat menimbulkan efek toksisitas pada tanaman ini bisa dilihat melalui pengamatan morfologi tanaman. Logam Hg (merkuri) merupakan salah satu jenis logam berat berbahaya dan beracun yang sangat membahayakan bagi kehidupan manusia maupun makhluk hidup lainnya dan logam ini menduduki urutan pertama dalam hal sifat racunnya dibandingkan logam berat lainnya. Setelah penelitian selasai selanjutnya dilakukan pengujian hasil dari penelitian tingkat penyerapan merkuri terhadap tanaman eceng gondok dan hasil penelitian tersebut menunjukan adanya penyerapan logam merkuri di akar maupun di daun pada tanaman, yang mana dipengaruhi oleh pola tanam dan waktu kontak( 3, 6, 9 dan 12 hari). Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut tingkat penyerapan yang paling tinggi terdapat pada akar di bandingkan pada daun yaitu pada konsentrasi 25 % pada hari ke-12 dengan serapan logam sebesar 0,0315 mg/L dan dari efisiensi tingkat penyerapan logam merkuri paling tinggi pada tanaman eceng gondok juga tedapat pada konsentrasi 25 % pada hari ke-12 yaitu 11,1822 %. Pada konsentrasi 100% tingkat penyerapan terhadap logam merkuri sangat rendah dibandingkan dengan konsentrasi yang lain, ini disebabkan pengaruh air limbah yang sangat jenuh mengakibatkan toksisitas pada tanaman seperti warna pada daun menjadi pucat dan layu sehingga kemampuan tanaman untuk menyerap logam merkuri terganggu. Kata kunci : Constructed wetland, Eceng gondok, Merkuri (Hg), waktu kontak, Limbah cair laboratorium kualitas lingkungan UII Jogjakarta.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/23125
    Collections
    • Environmental Engineering [1818]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV