• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pusat Rehabilitasi Trauma untuk Anak (Trauma Center) di Nanggro Aceh Darussalam

    Thumbnail
    View/Open
    01512206 Juni Darlina.pdf (12.65Mb)
    Date
    2006
    Author
    Juni Darlina, 01512206
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Bencana Tsunami dan Gempa Bumi di Nanggro Aceh Darussalam dengan skala 9.4 SR pada tanggal 26 Desember 2004 mengakibatkan kerusakan fisik dan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Komisi Nasional Perlindungan Anak menemukan fakta bahwa anak - anak merupakan kelompok yang paling menderita dan rawan berbagai masalah. Selain kehilangan orang tua / keluarga, saudara, teman, tempat bermain, rumah, mengalami sakit, hidup terbatas di pengungsian, anak-anak juga menderita trauma psikis yang hebat. Sehingga mereka mengalami stress pasca trauma bencana (Post Traumatic Stress Disorder). Stress tersebut bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman pada anak - anak dan menimbulkan perasaan cemas. Hal ini tentu akan menyebabkan terhambatnya perkembangan pada anak dan dikhawatirkan hilangnya satu generasi ( Lost Generation ) yang berkualitas di Aceh. Untuk itu dibutuhkan satu wadah untuk menangani anak-anak trauma di Aceh, Pusat Rehabilitasi Trauma Anak ( Trauma Center) di Nanggro Aceh Darussalam. Pusat Rehabilitasi Trauma Untuk Anak ini dirancang dengan penekanan pada ruang dalam dan ruang luar (Landscape) sebagai sarana psikoterapi dan tempat tinggal (asrama) bagi anak-anak korban tsunami dan gempa bumi di Aceh. Untuk ruang dalam dengan penggunaan elemen dan desain yang dapat membantu anak dalam proses penyembuhan trauma dan respek terhadap upaya penyelamatan diri pada saat terjadi gempa. Seperti penerapan terapi warna pada ruangan, permainan pola lantai untuk mempermudah proses evakuasi, dan penggunaan elemen bangunan yang dapat membantu proses aktualisasi diri pada anak. Sedangkan untuk ruang luar dengan menghadirkan taman waspada bencana sekaligus sebagai taman tempat bermain, belajar dan olah raga.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/23085
    Collections
    • Architecture [3988]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV