Show simple item record

dc.contributor.authorAgung Nusantoro, 91310169
dc.contributor.authorArie Febriansyah, 91310045
dc.date.accessioned2020-07-08T06:10:11Z
dc.date.available2020-07-08T06:10:11Z
dc.date.issued1998
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/22191
dc.description.abstractDi Daerah Istimewa Yogyakarta sungai-sungai yang sering diambil pasir dan kerikilnya yang dapat digunakan untuk bahan pembuatan beton adalah Sungai Boyong, Sungai Krasak, dan Sungai Progo. Dalam campuran beton, diperlukan gradasi agregat yang baik. Semakin baik gradasi agregat akan menghasilkan mutu beton yang baik pula. Dalam menentukan gradasi yang baik dilakukan cara coba-coba yaitu menentukan perbandingan antara pasir dengan kerikil yang berpedoman pada kurva gradasi standar agregat. Dari agregat-agregat tersebut diatur gradasinya dan dibuat adukan beton dengan menggunakan agregat alami, lalu dibuat sampel silinder dengan mutu beton dianalisis berdasarkan pengujian kuat desak beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk Sungai Boyong kuat desak beton tertinggi pada campuran semen:pasir:kerikil = 1:2,3:2,8 dengan f' c = 28,995 MPa, sedangkan Sungai Krasak kuat desak beton tertinggi pada campuran semen:pasir:kerikil = 1:2,3:2,8 dengan f' c = 27,912 MPa, untuk Sungai Progo kuat desak beton tertinggi pada campuran semen : pasir : kerikil = 1:2,3:2,8 dengan f' c = 31,074 Mpa. Dari ketiga sungai tersebut kuat desak beton tertinggi adalah Sungai Progo. Tercapainya kuat desak f'c= 22,5 MPa sangat dipengaruhi oleh pengaturan campuran agregat atau gradasi agregat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAnalisis Kuat Desak Betonen_US
dc.subjectVariasi Gradasi Agregaten_US
dc.subjectSungai Boyongen_US
dc.subjectSungai Krasaken_US
dc.subjectSungai Progoen_US
dc.titleAnalisis Kuat Desak Beton dengan Variasi Gradasi Agregat dari Sungai Boyong, Sungai Krasak dan Sungai Progoen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record