• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pusat Kesenian Tradisional di Bengkulu Re-presentasi Arsitektural Tabot kedalam perancangan melalui konsep Bernard Tschumi "Transformasi dan superimposisi”

    Thumbnail
    View/Open
    98512034 Marzal Rakhmadi.pdf (4.365Mb)
    98512034 Marzal Rakhmadi-2.pdf (486.8Kb)
    Date
    2002
    Author
    Marzal Rakhmadi, 98512034
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Seni dan Budaya merupakan sesuatu yang tidak dapat lepas dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, banyak perkumpulan, sanggar seni dan budaya yang menunjukkan tingkat predikat yang cukup baik untuk dikembangkan dan ditingkatkan. Dengan nilai positif atau potensi tersebut merupakan peluang bagi Kotamadya Bengkulu untuk menjadi daerah tujuan wisata. Dengan berbagai fenomena-fenomena yang terjadi menyebabkan potensi dan predikat yang ada menjadi menurun, adapun yang menjadi penyebab utamanya adalah tidak adanya suatu pusat pengembangan dan pelatihan yang dapat menjadi acuan dalam rangka memajukan kesenian tradisional, dan minimnya fasilitas-fasilitas rekreasi serta faktor alam, sosial dan politik yang tidak menentu. Pusat Kesenian Tradisional di Bengkulu merupakan pusat dari pengembangan kesenian tradisional Bengkulu yang diharapkan mampu mengemas dan memadukan gerak perkembangan seni-budaya Bengkulu baik di tingkat nasional maupun Intemasional sehingga senibudaya. Bengkulu sebagai salah satu kekayaan kebudayaan Indonesia dapat menjadi prioritas setelah Bali dan Jogjakarta yang sudah berkembang jauh lebih baik. Dalam perancangannya, bangunan ini merupakan re-presentasi Tabot, sebagai budaya tradisional Bengkulu. Tabot merupakan tema utama perancangan, pencarian makna Tabot melalui metode "Bernard Tschumi" yaitu metode transformasi dan superimposisi, guna menemukan hakikat makna Tabot kedalam arsitektural. Hal ini diharapkan dapat memberikan dan memunculkan pemahaman dan pemikiran yang lebih mendalam dan menyebarluaskan makna Tabot ke dalam lapisan masyarakat ketika arsitektur hadir dalam bahasa bentuk dan simbol.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/21738
    Collections
    • Architecture [3988]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV