Show simple item record

dc.contributor.authorLusena Sansibrata, 93310048
dc.contributor.authorHandoyo Sapto Nugroho, 93310190
dc.date.accessioned2020-06-23T12:43:50Z
dc.date.available2020-06-23T12:43:50Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/21667
dc.description.abstractSalah satu item pekerjaan pada proyek konstruksi adalah pekerjaan beton yang termasuk didalamnya adalah pekerjaan pembesian (penulangan), pekerjaan bekisting, dan pekerjaan beton (cor) itu sendiri. Pada pekerjaan bekisting, item-item pokok yang berpengaruh pada biaya bekisting adalah bahan-bahan dan upah pekerja untuk membuat, memasang dan membongkar bekisting. Bila bentuk sekelompok beton hanya sedikit dan dalam pembuatan bekisting tidak dapat dipergunakan lagi bahan-bahan yang telah satu kalipakai, maka biaya dari pembuatan bekisting akan tinggi, akan tetapi bilamana bahan dipakai beberapa kali, maka biaya persekali kali pakai akan relatif rendah. Pengamatan terhadap pekerjaan bekisting balok dan plat yang terjadi pada proyek yang ditinjau, adalah untuk mendapatkan data-data yang berkenaan dengan pekerjaan bekisting mengenai suatu model bekisting, bahan/material yang digunakan, produktivitas pekerja, dan biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan pekerjaan yang diamati. Biaya ini yang kemudian dibandingkan dengan biaya pada analisa PU (BOW) untuk mengetahui seberapa besar selisih biaya yang terjadi dan berapa nilai penghematan yang didapat. Pada Proyek Hotel Yustina Sri Andarini bila pengggunaan bahan bekisting satu kali pakai, jika nilai purna jual tidak diperhitungkan selisih yang didapat Rp. 11.930348,90; dengan nilai penghematan 0,92 dan jika nilai purna jual diperhitunakan selisih yang didapat Rp. 31.013.437,50; dengan nilai penghematan 1,27. Pada Proyek Hotel Yustina Sri Andarini bila pengggunaan bahan bekisting dua kali pakai, jika nilai purna jual tidak diperhitunakan selisih yang didapat Rp. 56976.055,19; dengan nilai penghematan 1,66 dan jika nilai purna iual diperhitunakan selisih yang didapat Rp. 78.217.508,10; dengan nilaipenghematan 2,21. Pada Proyek PP Muhammadiyah bila pengggunaan bahan bekisting satu kali pakai, jika nilai purna jual tidak diperhitunakan selisih yang didapat -Rp. 39.655.025,00; dengan nilai penghematan 0,82 dan jika nilai purna jual diperhitunakan selisih yang didapat Rp. 38.538.678,50; dengan nilai penghematan 1,20. Pada Proyek PP Muhammadiyah bila pengggunaan bahan bekisting dua kali pakai, jika nilai purna jual tidak diperhitunakan selisih yang didapat Rp. 53.206.214,10; dengan nilai penghematan 1,48 dan jika nilai purna jual diperhitungkan selisih yang didapat Rp. 99.207.184,87; dengan nilai penghematan 2,14.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAnalisis Biayaen_US
dc.subjectPekerjaan Bekistingen_US
dc.subjectBalok dan Platen_US
dc.subjectAnalisa BOWen_US
dc.subjectPelaksanaan di Lapanganen_US
dc.subjectProyek Hotel Sri Andarinien_US
dc.subjectPP Muhammadiyahen_US
dc.titleAnalisis Biaya Pekerjaan Bekisting Balok dan Plat Berdasarkan Analisa BOW Dibandingkan dengan Pelaksanaan di Lapangan (Studi Kasus Pada Proyek Hotel Sri Andarini dan PP Muhammadiyah)en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record