• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Desa Wisata dan Seni di Kajar Kawasan Obyek Wisata Gunung Muria Kudus Penekanan pada Keselarasan Bentuk Bangunan Arsitektur Tradisional Kudus dengan Pola Lansekap Kawasan yang Menunjang Kegiatan Wisata

    Thumbnail
    View/Open
    96340031 Erna Susanti.pdf (6.527Mb)
    Date
    2000
    Author
    Erna Susanti, 96340031
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Bangunan arsitektur tradisional Kudus sebagai salah satu nilai budaya perlu dilestarikan karena memiliki ciri khas tersendiri baik dari bentuk bangunannya, makna yang terkandung maupun dari segi tata ruangnya. Obyek wisata hutan Pinus Kajar sebagai salah satu obyek wisata alam di Kudus belum banyak menghasilkan bagi dunia pariwisata, bahkan keberadaan hutan itu sendiri terancam karena banyak masyarakat yang melakukan pencurian kayu Pinus. Hal ini melandasi perlunya dilakukan kegiatan wisata di hutan ini yang mampu mendukung dan melestarikan keberadaan pohon Pinus dengan melibatkan masyarakat yang tinggal di dalamnya. Untuk tujuan melestarikan keberadaan pohon Pinus bersama kegiatan pengambilan getah pinusnya yang dilakukan buruh penyadap inilah, maka dibangun desa wisata yang mengolah wisata alam. Hasil kerajinan, termasuk kerajinan bunga Pinus yang merupakan potensi kawasan. Bangunan hunian yang ada pada desa wisata ini harus menampilkan bangunan khas Kudus yaitu khususnya bangunan Joglo Pencu dan rumah payon, dimana bangunan rumah payon ini masih banyak terdapat di kawasan desa Kajar. Bangunan rumah adat Kudus yang dibangun harus menyesuaikan dengan keberadaan elemen lansekap khususnya pohon Pinus. Bangunan tidak boleh mengganggu pertumbuhan pohon Pinus. Usaha kerajinan yang ada menampilkan kerajinan khas Kudus. Untuk menunjang usaha promosi kerajinan, maka letak kerajinan yang saling berkaitan berdekatan satu sama lain, letak bangunan sedapat mungkin dekat dengan tempat penyediaan bahan baku, letak kerajinan berdekatan dengan obyek wisata alam yaitu hutan pinus dan sungai watu putih, ada atraksi budaya penambah daya tarik pada satu unit kerajinan yang diselenggarakan secara bergiliran. Bangunan rumah adat Kudus yang ada di desa wisata memiliki konsep tertentu dalam pengaturan tata ruangnya seperti aslinya yaitu ada tingkatan ruang yang dibedakan dengan ketinggian level lantai, dari halaman, bilik, serambi, jogosatru, senthong, gedongan. Bilik terpisah dari bangunan utama dan diletakkan di depan. Arah hadap bangunan semua menghadap ke selatan. Sesuai kebiasaan masyarakat Kajar yang menganggap surau sebagai tempat berkumpul, maka surau diletakkan sebagai pusat orientasi kegiatan pada kawasan desa wisata.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/21635
    Collections
    • Architecture [3971]

    Related items

    Showing items related by title, author, creator and subject.

    • KOMUNIKASI PARTISIPATIF KELOMPOK SADAR WISATA DALAM MENGEMBANGKAN PARIWISATA KABUPATEN MAGELANG ( Studi Kasus Desa Wisata Wanurejo dan Desa Wisata Karanganyar) 

      Puri Oksi Arida Hidayat, 14321154 (Universitas Islam Indonesia, 2018-07-20)
      Pemerintah daerah Magelang mengembangkan dua puluh desa wisata kabupaten Magelang pada tahun 2009 antara lain desa wisata Wanurejo dan desa wisata Karanganyar salah satu cara untuk mengembangkan desa wisata tersebut adalah ...
    • Pusat Wisata Alam di Teluk Grajagan Kabupaten Banyuwangi Penekanan pada Penataan Lansekap Fasilitas Wisata dengan Pendekatan Potensi Alam sebagai Penunjang Kegiatan Wisata 

      Lukman Hakim, 96340043 (Universitas Islam Indonesia, 2001)
    • Taman Wisata Alam di Kawasan Green Belt Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Penekanan pada penataan fasilitas wisata dengan pendekatan arsitektur organik sebagai penunjang kegiatan wisata 

      Dyah Hendrawati, 98512013 (Universitas Islam Indonesia, 2002)
      Tugas akhir ini mengambil lokasi di kawasan Green Belt Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Sesuai dengan kondisi lokasinya maka, dipilihlah Kawasan Wisata Alam. Mengingat daerah ini adalah merupakan daerah konservasi hutan serta ...

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV