• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pengaruh Pencampuran Fly Ash dengan Tanah Butir Halus Dibawah Dasar Pondasi Bangunan terhadap Dimensi Pondasi dengan Metode Ohsaki

    Thumbnail
    View/Open
    00511274 Kurniawan.pdf (5.955Mb)
    Date
    2007
    Author
    Kurniawan, 00511274
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tanah mempunyai peranan yang sangat penting dalam pekerjaan Teknik Sipil baik sebagai bahan konstruksi maupun pendukung beban. Pada saat berada di lapangan sering dijumpai kondisi tanah yang tidak memenuhi kualitas persyaratan fisik maupun teknis. Pada penelitian ini sampel tanah yang digunakan adalah tanah berbutir halus dari Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, sedangkan bahan stabilisasi yang digunakan untuk memperbaiki kondisi fisik maupun teknik tanah, berasal dari limbah sisa pembakaran batu bara PT. APAC INTI CORPORA, Semarang, dengan variasi kadar Fly Ash yaitu 2%, 4% ,6%, 8%, 10% dan 12% terhadap berat kering tanah. Untuk perhitungan daya dukung tanah menggunakan metode Ohsaki. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis tanah, berdasrkan sifat fisik dan mekanis, pengaruh penambahan Fly Ash serta membandingkan dimensi pondasi dangkal pada tanah asli daerah Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, dengan tanah yang dicampur Fly Ash. Hasil pengujian untuk tanah asli menunjukkan bahwa sampel tanah termasuk dalam golongan lempung organik dengan plastisitas tinggi (CH) sesuai dengan sistem klasifikasi tanah Unified, tanah lempung berlanau (silty Clay) berdasarkan USCS, serta dikelompokkan dalam A-7-6 (26) berdasarkan klasifikasi ASSHTO. Dari data yang didapat, menunjukan bahwa pengaruh penambahan Fly Ash menyebabkan terjadinya penigkatan sudut geser dalam dan kohesi. Pada analisis daya dukung tanah untuk kadar Fly Ash 10% dengan pemeraman 3 hari memberikan nilai kuat dukung maksimum qu sebesar 847,94 t/m² dari tanah asli qu sebesar 47,04 t/m² pada pengujian Triaksial UU, sedangkan pada pengujian Geser Langsung, kadar sebuk batu bara 12% dengan pemeraman 14 hari memberikan nilai kuat dukung maksimum qu sebesar 597.37 t/m² dari tanah asli yaitu qu sebesar 4,230 t/m², pada hasil uji Geser Langsung dan uji Triakssial memiliki kesamaan ukuran fondasi untuk variasi Fly Ash 2% - 12% pemeraman 3 hari, 7hari danl4 hari, lebar pondasi relatif dibawah 1 meter, sehingga diambil minimum 1 meter. Bila perbandingan luasan pondasi diambil berdasarkan kuat dukung tanah maksimmum, maka tanah dengan campuran Fly Ash 10% pada pemeraman 3 hari memiliki luasan pondasi sebesar 1,0 m² dari luasanfondasi tanah asli 2,56 m² atau terjadi penghematan sebesar 61,00 %. dan 96,00% berdasarkan pengujian Geser langsung, untuk tanah dengan campuran Fly Ash 12 %, dengan pemeraman 14 hari memiliki luasan pondasi 1,0 m² dari luasan pondasi tanah asli 25 m².
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/21526
    Collections
    • Civil Engineering [4777]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV