• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pusat Industri Batik Pekalongan Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Batik Landasan Konsepsual Perancangan

    Thumbnail
    View/Open
    87340024 Mundakir.pdf (3.183Mb)
    Date
    1997
    Author
    Mundakir, 87340024
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sebagai salah satu kota penghasil kerajinan batik di wilayah Jawa Tengah, Pekalongan memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Kerajinan batik merupakan komoditi potensial dan merupakan andalan utama Pekalongan di dunia perdagangan dan kepariwisataan. Bahkan terdapat beberapa sentra industri batik yang memproduksi batik. Pemasarannya telah tersebar ke kota-kota besar di Indonesia maupun mancanegara. Industri batik merupakan salah satu industri andalan yang perlu mendapat perhatian dan pengembangan mengingat perannya terhadap perekonomian daerah. Perkembangan industri batik diarahkan pada penmgkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan dapat menunjang penmgkatan ekspon. Akan tetapi sejauh ini kekayaan seni batik yang dimiliki Pekalongan tersebut tidak dapat terlihat jika hanya diwakili oleh sentra-sentra dan toko-toko yang tersebar di beberapa tempat tenentu. Karena masih cukup banyak hasil-hasil kerajinan batik di Pekalongan yang perlu diperlihatkan bagi masyarakat luas. Bahkan Pekalongan merupakan kota penghasil batik yang cukup besar. Pusat Industri Batik Pekalongan sebuah kawasan bagi pengrajin batik untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi sena meningkatkan kesejahteraan masyarakat pengrajin batik pada khususnya. Lingkungan kawasan ini masyarakat dapat menikmati secara langsung proses pembuatan maupun sejarah perkembangan batik sebagai obyek wisata sena salah satu upaya untuk melestarikan hasil karya seni budaya Pekalongan dan dapat mendukung identitas kota sebagai kota Batik. Maka permasalahan yang ada sebenarnya penataan kawasan adalah mutu produksi, modal bahan baku, usaha promosi dan pemasaran yang kurang terpenuhi oleh sebagian besar perusahaan karena terbatasnya biaya dan kemampuan sena bagaimana menampilkan hasil-hasil kerajinan batik tersebut dapat dinikmati dan diketahui masyarakat luas. Dengan demikian publik menjadi mengetahui dan mengerti hasil kerajinan yang ada di kota Pekalongan. Penataan kawasan dengan pola sirkulasi yang memisahkan jalur kendaraan dengan manusia menciptakan ruang gerak yang aman, bebas dan nyaman bagi pengunjung. Sirkulasi bentuk simpul pada plasa sebagai pengikat antar bangunan, dengan menampilkan bentuk-bentuk bangunan yang diberi ornamen-ornamen pada bagian tenentu sebagai daya tarik dan membedakan terhadap bangunan lainnya. Suasana seperti ini akan menjadi lebih menarik bagi pengunjung untuk menikmatinya, dengan penataan letak dan vegetasi sebagai keseimbangan Iingkungan sena mengurangi efek yang ditimbulkan dari limbah industri guna terciptanya Iingkungan kawasan industri yang berwawasan Iingkungan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/21435
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV