• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tingkat Penyerapan Nitrat dan Fosfat dari Limbah Cair Pabrik Tahu dengan Menggunakan Tanaman Kangkung Air (Ipomoea Aquatica) pada Sistem Constructed Wetlands

    Thumbnail
    View/Open
    02513039 M. Arnis Fauzi.pdf (4.114Mb)
    Date
    2006
    Author
    M. Arnis Fauzi, 02513039
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Salah satu permasalahan lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan industri tahu yaitu pencemaran terhadap badan air baik sungai, danau maupun badan air lainnya dan bahkan air tanah. Hal ini disebabkan hampir semua pabrik tahu yang ada tidak melakukan pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air, padahal kandungan bahan organik dari limbah tahu tersebut sangat tinggi. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan dengan sistem constructed wetlands dengan menggunakan tanaman kangkung air sebagai media penyerap konsentrasi nitrat dan fosfat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kapasitas serapan oleh tanaman terhadap kandungan nitrat dan fosfat. Untuk mengetahui apakah tanaman tersebut aman jika dikonsumsi kembali (reuse) oleh manusia, dan untuk mengetahui seberapa besar efisiensi penurunan kandungan nitrat dan fosfat yang terdapat pada lumpur (sludge) di constructed wetlands. Dalam penelitian ini digunakan reaktor terbuat dari kayu yang dilapisi dengan plastik dengan ukuran 0,5 mx 1,0 m. Setiap reaktor diberi media tanah dengan tinggi 10 cm, dan diberi tanaman sebanyak 20 buah dengan jarak tanam 20 cm x 12.5 cm. Reaktor tersebut diberi perlakuan dengan konsentrasi limbah yang bervariasi (100%, 75%, 50%, 25% dan 0% sebagai kontrol), dan waktu pengambilan sampel (hari ke 0, 3, 6, 9 dan 12). Dengan menggunakan metode analisa sesuai SNI (M-49-1990-03) untuk pengujian parameter nitrat dan untuk kandungan fosfat menggunakan metode analisa sesuai SNI (M-52-1990-03). Karakteristik limbah pada hari ke-12 telah mengalami perubahan sehingga tanaman mampu menyerap nitrat dan fosfat lebih optimal, maka hasil yang didapat dalam penelitian ini diketahui bahwa tanaman dapat menyerap kandungan nitrat dan fosfor sebesar 0,099 mg/gr atau 98,905 mg/L, dan 0,033 mg/gr atau 32,51 mg/L sampai hari ke-12. Kualitas kandungan organik tersebut melampaui standar baku mutu air minum yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001, sehingga tanaman tersebut dapat dikatakan tidak aman untuk dikonsumsi kembali oleh manusia. Kata kunci: constructed wetlands, fosfat, kangkung air, limbah tahu, nitrat
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/21352
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV