Show simple item record

dc.contributor.authorMirna Hastuti, 95340091
dc.date.accessioned2020-06-10T05:24:39Z
dc.date.available2020-06-10T05:24:39Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/21225
dc.description.abstractTenggarong adalah salah satu kota di Kalimantan Timur yang sedang berkembang dengan pesat. Kota Tenggarong memiliki potensi perkembangan yang cukup besar, baik dalam hal sumber daya alam maupun sumber daya buatan dan manusia. Fungsi utama kota Tenggarong adalah sebagai pusat pengembangan berbagai kegiatan perdagangan, pariwisata, pemerintahan dan industri. Dalam hal ini fasilitas "Civic Centre" merupakan salah satu fasilitas yang akan mewadahi berbagai kegiatan baik itu berupa konvensi, pertunjukan, pameran serta kegiatan lainnya. Apabila kita melihat kondisi yang ada sekarang sangatlah terbatas dan tidak ada yang mewadahi beberapa kegiatan dalam satu wadah yang sesuai dengan masing-masing karakteristik kegiatannya. Dan hal ini sangat mempengaruhi kegiatan yang ada di dalamnya karena ruang-ruang sering dipaksakan untuk mewadahi kegiatan sehingga kurang memenuhi persyaratan. Dengan permasalahan yang didapatkan di atas maka diperlukan sebuah tempat untuk mewadahi kegiatan yang dapat diubah-ubah fungsinya, besaran ruang serta tata ruangnya tanpa mengubah bangunan secara keseluruhan. Untuk itu perlu adanya fleksibilitas struktur, fungsi dan ruang serta ruang sebagai “Tempat" yang dapat digunakan untuk beberapa macam kegiatan baik itu secara bersamaan maupun terpisah. Fleksibilitas ruang dapat dicapai melalui pola kegiatan dalam ruang yaitu macam aktifitas, pengelompokan kegiatan, kebutuhan ruang serta pola pergerakan. AJat-alat yang dipakai untuk mendukung fleksibilitas tersebut adalah berupa perangkat teknologi yang dapat mempermudah perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Dalam hal bentukan fisik dari bangunan "Civic Centre" sendiri yang berada pada kawasan Tenggarong Seberang yang menampung banyak fasilitas sehingga bentuk sangat perlu diperhatikan. Dengan menyatunya bangunan-bangunan secara dinamis baik itu di dalam kawasan sendiri maupun lingkungan di sekitarnya akan menjadi lebih serasi. Dan hal ini dapat dicapai dengan mengambil sebahagian bentuk dari Arsitektur daerah atau lokal.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKajian Fleksibilitas Peran Bangunanen_US
dc.subjectPenerapannya pada Kasus Arsitektur Kalimantan Timuren_US
dc.subjectLandasan Konsepsual Perencanaan dan Perancanganen_US
dc.subjectCivic Center di Tenggarongen_US
dc.titleKajian tentang Fleksibilitas Peran Bangunan dan Penerapannya pada Kasus Arsitektur Kalimantan Timur Landasan Konsepsual Perencanaan dan Perancangan "Civic Center" di Tenggarongen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record