• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perbandingan Pengaruh Penggunaan Semen Portland dan Limbah Padat (Spent Catalyst) dari Residue Catalitic Cracking (RCC) Unit 15 Pertamina UP VI Balongan sebagai Filler pada Karakteristik Campuran HRS B

    Thumbnail
    View/Open
    00511097 Dimas Ariesta Mintarso - 01511329 Rizki Putra Pamungkas.pdf (9.403Mb)
    Date
    2006
    Author
    Dimas Ariesta Mintarso, 00511097
    Rizki Putra Pamungkas, 01511329
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi penggunaan limbah padat industri Pertamina (spent catalyst) sebagai filler pada campuran HRS B, dengan parameter stabilitas, flow, density, VITM, VFWA, dan Marshall Quotient. Hasilnya dibandingkan dengan campuran HRS B yang menggunakan filler semen Portland dan yang menggunakan filler abu batu dari Clereng Kulon Progo. Bahan yang digunakan berupa agregat kasar dan halus dari Clereng Kulon Progo, filler berupa limbah padat industri Pertamina (spent catalys) dari hasil Residue Catalitic Cracking (RCC) Unit 15 Pertamina UP VI Balongan Indramayu dan sebagai pembanding digunakan filler semen Portland Merek Nusantara dan filler abu batu Clereng Kulon Progo. Aspal berupa AC 60-70 produksi Pertamina dengan variasi kadar aspal 6%-8% dengan interval 0,5%. Benda uji dibuat berdasarkan gradasi CQCMU, Bina Marga 1998 untuk lalulintas berat, pengujian dengan Metode Marshall. Kadar Aspal Optimum yang dicapai adalah 7,175% untuk campuran HRS B yang menggunakan filler Clereng, 6,475% untuk campuran HRS B yang menggunakan filler semen Portland dan 6,7% untuk campuran HRS B yang mengunakan filler spent catalyst. Benda uji pada Kadar Aspal Optimum selanjutnya dilakukan pengujian dengan metode Marshall dan Immersion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan filler spent catalyst sebagai filler dalam campuran HRS B yang dibandingkan dengan filler Clereng dan filler semen Portland memiliki nilai stabilitas yang masih masuk dalam batas minimum yang disyaratkan oleh Bina Marga 1987, dan untuk parameter lainnya pun masih masuk spesifikasi Bina Marga 1987. Limbah padat industri Pertamina (spent catalyst) dapat menjadi alternatif bahan pengisi (filler) pada campuran HRS B karena dapat memenuhi spesifikasi karakteristik yang disyaratkan oleh Bina Marga. Kata-kata kunci (Keys Word) : Filler, Spent Catalyst, Marshall Test, Immersion Test, HRS B.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/21089
    Collections
    • Civil Engineering [4758]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV