Show simple item record

dc.contributor.authorInung Purwati Saptasari, 91340010
dc.date.accessioned2020-06-06T00:43:38Z
dc.date.available2020-06-06T00:43:38Z
dc.date.issued1996
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/21082
dc.description.abstractKeberadaan candi yang ada di Kawasan Ratu Boko merupakan suatu monumen kesejarahan dan budaya peradaban masyarakat Hindu-Jawa. Artefak-artefak tersebut bukan hanya sekedar gejala fisik bangunan pada masanya, tetapi lebih jauh merupakan biasan kompleksitas budaya dan peradaban masyarakat serta lingkungan yang melatarbelakangi kehadirannya. Keberadaannya merupakan torehan sejarah perjalanan peradaban masyarakat Indonesia. Bermula dari catatan Van Broeckholtsz di tahun 1790 AD. tentang adanya peninggalan di dataran tinggi Boko, diperoleh keterangan bahwa peninggalan sejarah tersebut ternyata telah terpendam selama lebih dari 10 abad. Dan yang lebih menarik Iagi Petilasan Ratu Boko merupakan satu-satunya situs pemukiman elite yang ada di jaman Hindu-Jawa. Banyak sudah penelitian dan ekskavasi yang dilakukan arkeolog dan ilmuwan dari berbagai bangsa. Interpretasi terhadap situs bergulir dan melahirkan hipotesis-hipotesis yang kadang saling bertentangan. Dan bahkan sampai saat ini pun intepretasi terhadap kawasan ini belum mendapatkan kesatuan pendapat. Namun, pelestarian secara intensif merupakan kebutuhan dengan derajat urgensi tinggi, mengingat keadaan situs yang kian sulit mengais kehidupan di tengah-tengah komunitas baru di sekitarnya. Pelestarian bukan lagi berkiblat pada pengejawantahan sebagai museum yang mati, tetapi justru diharapkan akan memberikan nafas baru kehidupan situs yang akan mampu memberikan kontribusi positif pada lingkungan dengan berpijak pada orientasi situs yang merupakan landasan munculnya orientasi wilayah yang menyangkut hubungan manusia dengan lingkungan. Membentuk suatu kawasan binaan baru yang berpijak pada kawasan lampau membutuhkan penyatuan dan penyeragaman bahasa, baik fisik bangunan maupun atmosfer suasananya. Pengambilan bentuk asli sebagai parameter diharapkan bukan merupakan langkah plagiat yang justru akan mengurangi nilai peninggalan dan nilai histori yang sarat dengan perspektif makna. Pengembangan dan penataan kawasan yang tetap memperhatikan pola tata fisik dan tata lingkungan akan melahirkan suatu tatanan yang padu dan serasi. Sebagai peninggalan masa lampau dalam arahan rancangan pengembangan kawasan perlu memperhatikan faktor pola ungkapan fisiknya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTaman Wisata Ratu Bokoen_US
dc.subjectPerencanaan dan Perancanganen_US
dc.subjectFasilitas Pendukungen_US
dc.subjectKegiatan Wisataen_US
dc.subjectLandasan Konsepsual Perancanganen_US
dc.titleTaman Wisata Ratu Boko Perencanaan dan Perancangan Fasilitas Pendukung Kegiatan Wisata Landasan Konsepsual Perancanganen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record